Latihan fisik atau gerakan plank dengan siku, dapat membantu mencegah perut buncit. (Shutterstock)
Suara.com - Sesibuk apapun kegiatan dan aktivitas Anda, tentunya kesehatan jiwa dan raga adalah hal yang utama. Tubuh yang bugar diperoleh dari olahraga teratur dan pola hidup yang sehat. Berolahraga di rumah bisa jadi salah satu alternatif menjaga kesehatan tubuh di tengah kesibukkan. Cara olahraga di rumah pun sangat mudah dan simple.
Ada berbagai olahraga yang bisa Anda lakukan di rumah. Pilihlah beberapa olahraga yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan fisik Anda. Berikut ini lima olahraga yang bisa dilakukan di rumah beserta tutorial dan caranya.
- Push Up
Jika Anda ingin mempertahankan kekuatan otot, stamina tubuh sekaliguas membakar kalori maka Anda harus rutin melakukan push up. Olahraga ini sangat sederhana dan tanpa membutuhkan alat apapun. Pertama tengkurap di lantai. Kemudian, letakkan kedua tangan lurus di depan bahu, lalu tekuk siku mengarah ka atas hingga bagian lengan lurus sejajar dengan tinggi punggung. Selanjutnya, gerakan tubuh ke atas dan ke bawah secara perlahan. Lakukan gerakan ini minimal 20 hingga 40 kali untuk hasil yang maksimal. - Jumping Jack
Jumping jack merupakan salah satu gerakan olahraga yang memanfaatkan seluruh otot tubuh. Mulai dari tangan, lengan, kaki, paha, hingga kaki. Jumping jack juga disinyalir bisa membuat jantung dan otot menjadi lebih kuat dan membantu menurunkan berat badan. Selain itu, manfaat lain yang bisa Anda rasakan ketika rutin melakukan jumping jack ialah mengurangi stress dan membuat tubuh serta pikiran jadi lebih rileks. Cara melakukannya pun sederhana. Pertama, berdiri tegak di antara kedua kaki dan tangan lurus di samping kiri dan kanan badan. Kemudian melompat sambil mengangkat kaki lebar-lebar dan tangan ke atas dengan mengatupkan telapak tangan. Lakukan gerakan ini secara berulang-ulang dan rasakan manfaatnya. - Plank
Gerakan olahraga yang satu ini berguna untuk meregangkan otot dan efektif menambah tinggi badan dan menurunkan berat badan. Bahkan gerakan ini juga bisa dijadikan sebagai terapi untuk mengurangi sakit nyeri pada pinggang dan punggung. Caranya, pertama berbaring tengkurap di atas lantai. Lalu, posisikan kedua tangan dan jari kaki pada lantai sebagai penopang tubuh. Jadikan tangan dan jari kaki sebagai tumpuan menopang badan, lakukan posisi ini selama 1 menit secara rutin setiap harinya.
Itulah tiga cara olahraga di rumah dengan gerakan olahraga sederhana namun memiliki banyak manfaat. Kira-kira, gerakan mana yang akan Anda coba hari ini?
Kontributor : Lolita Valda Claudia
Komentar
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 5 Sunscreen Jepang untuk Hempaskan Flek Hitam dan Garis Penuaan
Pilihan
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
Terkini
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Punya Layanan Bedah Robotik Bertaraf Internasional
-
Hari Gizi Nasional: Mengingat Kembali Fondasi Kecil untuk Masa Depan Anak
-
Cara Kerja Gas Tawa (Nitrous Oxide) yang Ada Pada Whip Pink
-
Ibu Tenang, ASI Lancar: Kunci Menyusui Nyaman Sejak Hari Pertama
-
Kisah Desa Cibatok 1 Turunkan Stunting hingga 2,46%, Ibu Kurang Energi Bisa Lahirkan Bayi Normal
-
Waspada Penurunan Kognitif! Kenali Neumentix, 'Nootropik Alami' yang Dukung Memori Anda
-
Lompatan Layanan Kanker, Radioterapi Presisi Terbaru Hadir di Asia Tenggara
-
Fokus Turunkan Stunting, PERSAGI Dorong Edukasi Anak Sekolah tentang Pola Makan Bergizi
-
Bukan Mistis, Ini Rahasia di Balik Kejang Epilepsi: Gangguan Listrik Otak yang Sering Terabaikan
-
Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?