Suara.com - Bagi Anda yang masuk dalam kategori generasi baby boomer, maka lebih mungkin terkena demensia dibandingkan dengan generasi sebelum atau setelahnya. Generasi baby boomer adalah mereka yang lahir pada tahun 1946 hingga 1964.
Melansir dari Express, para peneliti dari Ohio State University memeriksa fungsi kognitif pada berbagai generasi. Hasilnya, mereka menemukan bahwa orang yang lahir antara tahun 1948 hingga 1959 menunjukkan hilangnya kekuatan otak lebih tinggi daripada generasi lainnya. Hal ini yang menurut para peneliti bisa memicu peningkatan demensia.
"Sangat mengejutkan melihat penurunan fungsi kognitif di antara para baby boomer," kata Profesor Hui Zheng, seorang sosiolog di Ohio State University
"Tapi yang paling mengejutkan saya adalah penurunan ini terlihat di semua kelompok, baik pria dan wanita, di semua ras dan etnis dan di semua tingkat pendidikan, pendapatan, dan kekayaan," tambahnya.
Orang dengan skor kognitif yang lebih buruk di usia 50-an dan 60-an memiliki risiko lebih tinggi terkena demensia di kemudian hari. Studi AS ini menganalisis data dari lebih dari 30.000 orang Amerika yang disurvei setiap dua tahun selama hampir dua puluh tahun.
Pada peneltian, para peserta harus mengingat kata-kata yang didengar sebelumnya, menghitung mundur dari 100, menamai objek yang diperlihatkan, dan melakukan tugas lain.
"Baby boomer sudah mulai memiliki skor kognisi yang lebih rendah daripada generasi sebelumnya pada usia 50 hingga 54 tahun," kata Zheng.
Faktor terbesar yang dianggap mendorong penurunan kognitif ini adalah kekayaan yang lebih rendah, depresi yang tinggi, kurangnya aktivitas fisik, dan obesitas. Selain itu, kondisi ini juga bisa dipicu dengan tidak adanya pasangan, menikah lebih dari sekali, mengalami masalah kejiwaan, dan masalah kardiovaskular.
Baca Juga: Masalah Penglihatan Bisa Jadi Gejala Demensia, Ini Penjelasannya!
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
Pilihan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026