Suara.com - Pernahkah Anda ingin menahan buang air kecil begitu lama hingga terasa seperti kandung kemih Anda akan meledak?
Untuk kesehatan kandung kemih yang optimal, kita dianjurkan untuk buang air kecil segera setelah merasa ingin. Hal itu karena menahan kencing dapat menyebabkan tekanan yang tidak perlu pada dasar panggul dan bahkan menyebabkan infeksi saluran kemih.
Tetapi mungkinkah kandung kemih Anda pecah saat menahan air seni terlalu lama?
Dilansir dari Health 24 hal itu bisa terjadi tetapi langka, menyakitkan dan serius Dalam kasus yang jarang terjadi, kandung kemih bisa pecah, menyebabkan urin mengalir ke perut, yang merupakan keadaan darurat medis.
Hal ini dapat terjadi pada seseorang yang telah menjalani operasi besar atau kanker, radiasi besar di kandung kemih, atau ketika kandung kemih telah diangkat sebagian, menurut Dr Scott Eggener, seorang ahli urologi di Universitas Chicago.
Itu terjadi ketika otot yang mengendalikan kandung kemih Anda mengalami kejang. Kejang ini bisa memaksa keluar urin bahkan saat kandung kemih Anda tidak penuh.
Kasus medis pecahnya kandung kemih spontan yang disebabkan oleh menahan air seni terlalu lama biasanya merupakan akibat dari trauma dan cedera kandung kemih sebelumnya.
Sebuah laporan kasus dari seorang pria berusia 23 tahun yang mengalami ruptur kandung kemih mengungkapkan bahwa ia mengalami penyempitan uretra yang disebabkan oleh kecelakaan mobil.
Makalah lain yang diterbitkan di Statpearls mengungkapkan bahwa kandung kemih yang pecah dan cedera kandung kemih biasanya disebabkan oleh trauma langsung pada kandung kemih atau perut, biasanya melalui tabrakan mobil.
Baca Juga: Kenali 5 Tanda Penyakit Ini dari Air Kencing yang Berbusa
Menurut penelitian ini, kandung kemih orang dewasa yang kosong biasanya terlindung di dalam tulang panggul, tetapi kandung kemih penuh memanjang, sehingga lebih rentan terhadap cedera.
Namun, ada penyebab lain dari kandung kemih yang pecah - pesta minuman keras. Menurut laporan BMJ, tiga wanita dirawat di rumah sakit di West Yorkshire, Inggris.
Mereka menderita sakit perut bagian bawah setelah minum alkohol dalam jumlah yang berlebihan. Setelah pemeriksaan, para dokter menemukan pengangkatan kandung kemih pada wanita-wanita ini.
Alkohol yang berlebihan kemungkinan besar menjadi penyebabnya. Tidak hanya mengisi kandung kemih dan berfungsi sebagai diuretik, tetapi pada saat yang sama, mengurangi keinginan Anda untuk buang air kecil - yang dapat menyebabkan Anda menahan buang air kecil lebih lama.
Meskipun tidak disarankan untuk menahan kencing, kecil kemungkinan kandung kemih Anda yang sehat akan meletus secara spontan. Anda mungkin tanpa sengaja bocor (dalam istilah sederhana, membasahi diri sendiri) sebelum Anda mengalami kandung kemih pecah.
Ada kalanya kita tidak punya pilihan selain menunggu, termasuk perjalanan panjang mobil dan rapat, tetapi untuk menghindari risiko infeksi kandung kemih, yang terbaik adalah pergi ketika ada panggilan alam.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi