Suara.com - Umumnya orang-orang menganggap bahwa masalah diabetes hanya berisiko pada orang dewasa. Padahal diabetes pada anak-anak juga mengalami peningkatan.
Melansir dari Everyday Health, Institut Kesehatan Nasional Amerika Serikat (NIH) menyatakan bahwa angka anak dan remaja yang menderita diabetes tipe 2 cukup meningkat.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menyatakan bahwa setidaknya pada tahun 2015 ada 5.700 anak-anak yang didiagnosis dengan diabetes tipe 2 per tahun di Amerika.
Kebanyakan anak-anak yang terkena diabetes tipe 2 adalah mereka yang keturunan Asia Amerika, keturunan orang pasifik, hispanik, hingga berkulit hitam.
"Saya melihat obesitas pada anak-anak di bawah usia 10 tahun yang saat ini menjadi epidemi di bidang pediatri, karena gaya hidup yang tidak banyak bergerak dan pola makan," kata Dr. Perez-Colon yang berpraktik di Kidz Medical Services di Miami dan Hialeah, Florida.
Obesitas menjadi kondisi yang sering kali dikaitkan dengan diabetes. Selain itu, anak-anak yang tidak melakukan skrining di antara usia 10 tahun juga berisiko terkena diabetes.
Menurut CDC, berikut adalah beberapa faktor yang bisa memengaruhi peningkatan risiko diabetes pada anak, antara lain:
- Riwayat keluarga
- Berat badan
- Kurang gerak
- Tekanan darah tinggi
- Kolesterol tinggi
- Status pendapatan yang rendah
- Anak kulit berwarna (hitam, hispanik, Asia, hingga anak keturunan Pasifik)
- Anak dari ibu dengan diabetes gestational
Asosiasi Diabetes Amerika (ADA) menyatakan bahwa anak-anak dengan diabetes tipe 2 bisa mengembangkan berbagai gejala seperti sering kencing, mudah haus, mudah lapar meski sudah makan cukup, dan merasa kelelahan.
Diabetes tipe 2 pada anak dan remaja juga bisa menghasilkan komplikasi seperti masalah saraf, mata, ginjal, darah tinggi , kolesterol tinggi, bahkan stroke.
Baca Juga: Awas Diare Lebih dari 3 Minggu, Bisa Jadi Tanda Diabetes Tipe 2!
Meski anak-anak berisiko, namun menurut dokter Perez-Colon yang juga merupakan endoktrinologis pediatrik menyatakan bahwa risiko diabetes pada anak bisa dihindari.
"Hanya karena Anda memiliki faktor risiko diabetes tidak berarti Anda akan mengidap diabetes yang tidak terkontrol. Hal ini tergantung pada anak dan keluarganya untuk mengubah risiko dan menerapkan kebiasaan sehat," ujar Perez-Colon.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas
-
Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak
-
Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik
-
Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks
-
Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin
-
Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala
-
Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak
-
Bukan Sekadar Datang Bulan, Ini Fakta Penting Menstruasi Remaja yang Sering Disalahpahami
-
Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter
-
Bukan Sekadar Main Kartu, Domino Kini Diakui sebagai Olahraga Pikiran