Suara.com - Anda tentu pernah ditegur bahwa minum es atau air dingin dapat menyebabkan sakit radang tenggorokan. Benarkah demikian?
Radang tenggorokan, yang juga dikenal sebagai faringitis, merupakan peradangan pada faring yang berada di bagian belakang tenggorokan.
Selain radang tenggorokan, orang-orang juga umum menyebutnya dengan sakit tenggorokan. Kondisi ini dapat menyebabkan tenggorokan terasa gatal dan kesulitan menelan.
Mengonsumsi minuman atau makanan dingin memang dapat meningkatkan kemungkinan Anda menderita radang tenggorokan.
Ini terjadi karena makanan atau minuman dingin menyebabkan kemacetan pada mukosa saluran pernapasan, lapisan pelindung yang melapisi jaringan pernapasan. Fungsi bagian ini adalah sebagai mekanisme pertahanan terhadap infeksi.
Saat mukosa tersumbat (atau menyusut) lapisan pernapasan akan terpapar sehingga memudahkan virus dan bakteri untuk menyerang dan menyebabkan infeksi yang memicu sakit tenggorokan.
Terlebih jika minum es atau air dingin saat musim panas, hal ini dapat menyebabkan infeksi.
Sebab, dilansir dari The Health Site, selama musim panas kita cenderung mengonsumsi air dingin dalam jumlah lebih banyak, yang menyebabkan serangan konstan pada sistem pernapasan.
Infeksi ini juga membutuhkan waktu untuk sembuh, mengingat kebanyakan orang tetap minum minuman dingin meskipun mereka sakit. Ini akan menunda seluruh proses penyembuhan.
Baca Juga: Gejala Sakit Radang Tenggorokan dan Cara Mengobatinya di Rumah
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?
-
Hoops + Health Youth Basketball Festival 2026 Dorong Generasi Muda Hidup Sehat & Melek Finansial
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien