Suara.com - Wasir dan kanker usus besar merupakan dua kondisi yang sangat berbeda. Namun, mereka memiliki gejala yang serupa, salah satunya keluarga darah saat buang air besar (BAB).
Berdasarkan Keck Medicine, wasir sebenarnya adalah pembengkakan pembuluh darah yang terletak di area anus serta rektum, dan kondisi ini cukup umum.
Wasir dapat terjadi di dalam (rektum atau anus) atau eksternal (di, atau menonjol dari, rektum atau anus). Gejalanya dapat juga termasuk ketidaknyamanan ringan hingga nyeri yang parah, gatal, dan pendarahan.
Meski penyebab pasti wasir tidak diketahui, kemungkinan besar terjadi saat ada peningkatan tekanan di area tersebut, seperti saat Anda mengejan saat buang air besar.
Kondisi ini lebih mungkin terjadi selama kehamilan, faktor penuaan, duduk untuk waktu lama, sembelit kronis atau diare, mengejan atau mengangkat benda berat.
Sedangkan kanker usus besar adalah tumor ganas yang muncil di dinding bagian dalam usus besar.
Tanda dan gejala kanker usus besar seringkali tidak spesifik, yang berarti bisa disalahartikan sebagai sejumlah kondisi berbeda. Ketika kanker terdeteksi pada tahap awal, mungkin tidak ada gejala sama sekali.
Perbedaan gejala wasir dan kanker usus besar
Gejala wasir yang paling umum:
Baca Juga: Ketahui Gejala Kanker Usus Besar, Penyebab Chadwick Boseman Meninggal
- Gatal atau iritasi di daerah anus.
- Adanya darah merah cerah saat BAB.
- Nyeri atau ketidaknyamanan, terutama saat BAB.
- Benjolan sensitif atau nyeri di atau dekat anus.
Wasir biasanya tidak berbahaya, dan dalam banyak kasus, gejalanya akan hilang dalam beberapa hari.
Berikut gejala kanker usus besar yang umum terjadi:
- Pendarahan rektal atau darah di tinja.
- Feses berwarna gelap.
- Perubahan kebiasaan buang air besar, seperti diare, sembelit, atau penyempitan tinja yang berlangsung selama lebih dari beberapa hari.
- Perasaan bahwa Anda perlu buang air besar yang tidak membuat lega.
- Kram atau nyeri perut.
- Kelemahan dan kelelahan.
- Penurunan berat badan yang tidak diinginkan.
Dalam kebanyakan kasus, orang yang mengalami gejala ini tidak menderita kanker. Namun, jika mengalaminya, lebih baik menghubungi dokter sehingga penyebabnya dapat ditemukan dan segera diobati.
Untuk memeriksa kanker usus besar, dokter menggunakan sigmoidoskopi atau kolonoskopi untuk mencari pertumbuhan polip di usus besar.
Jika ditemukan, dokter akan melakukan biopsi untuk menentukan apakah pertumbuhan tersebut bersifat kanker.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026