Suara.com - Vaksin virus corona buatan China merupakan salah satu kandidat terdepan untuk bisa mengehentikan pandemi Covid-19. Kini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dikabarkan tengah berkoordinasi dengan China untuk membahas syarat persetujuan internasional untuk vaksin COVID-19 buatannya.
"Kantor WHO di China dan markas besar WHO sedang berkoordinasi dengan otoritas regulator di China," kata asisten direktur jenderal Mariangela Simao saat konferensi pers di Jenewa seperti dikutip dari ANTARA.
"Kami berkomunikasi langsung, dan kami berbagi informasi serta persyaratan untuk persetujuan internasional vaksin."
Sebanyak 90 persen pekerja perusahaan Sinovac Biotech Ltd, perusahaan yang memprodukasi vaksin tersebut, telah mendapatkan tipe eksperimental dari penangkal virus corona itu.
Kepala eksekutif Sinovac Biotech Ltd mengatakan bahwa vaksin itu dikembangkan di bawah program penggunaan darurat negara tersebut.
Cakupan inokulasi dalam program darurat, menunjukkan seberapa aktif pihaknya menggunakan vaksin eksperimental. Hak itu diharapkan bisa melindungi pekerja penting terhadap potensi kebangkitan Covid-19, bahkan saat uji coba masih berlangsung.
Selain China, negara lain yang terdepan dalam ikhtiar menemukan vaksin virus corona adalah Rusia, Amerika, Inggris dan Jerman. Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan Rusia menjadi negara pertama yang memberikan persetujuan penggunaan vaksin corona.
Namun para pakar medis di Eropa meragukan keampuhan dan keselamatan vaksin yang diproduksi oleh Rusia.
Baca Juga: Ragukan Vaksin Corona Sputnik-V, Guru Rusia Ogah Jadi Kelinci Percobaan
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
-
Tsunami Terjadi di Halmahera Barat dan Bitung, Begini Ketinggiannya
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS