Suara.com - Korea Selatan berencana memperketat aturan pembatasan sosial, menjelang musin liburan utama yang jatuh pada bulan ini.
Dilansir ANTARA, Korea Selatan pada Senin (7/9) sejatinya melaporkan penghitungan terendah kasus Covid-19 dalam lebih dari tiga pekan.
Meski begitu, para pejabat sedang mempertimbangkan keperluan untuk memperpanjang pembatasan jarak sosial menjelang salah satu liburan terbesar di negara itu bulan ini.
Kasus harian Covid-19 Korsel telah menurun terus sejak puncaknya pada akhir Agustus yang mencapai lebih dari 400 kasus.
Pada tengah malam hari Minggu (6/9), dilaporkan 119 lebih kasus baru yang membuat total kasus Covid-19 Korsel menjadi 21.296, dengan 336 kematian, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea Selatan.
Pihak berwenang menghentikan langkah penguncian secara luas dalam upaya untuk mencegah kerusakan ekonomi.
Namun, langkah-langkah yang belum pernah dilakukan sebelumnya, seperti pembatasan pembukaan kedai kopi dan restoran serta penggunaan wajib masker di tempat umum, telah diperpanjang di daerah Seoul hingga Minggu.
Pembatasan sosial skala nasional yang sedikit lebih longgar berlaku hingga setidaknya 20 September, tetapi pihak berwenang mengatakan mungkin akan memperpanjangnya selama liburan Chuseok, yakni dari 30 September hingga 4 Oktober.
Chuseok adalah salah satu hari libur terbesar di Korea Selatan, tetapi pihak berwenang menyarankan masyarakat untuk tetap di rumah dan menunda kegiatan kunjungan tradisional untuk bertemu kerabat atau berkumpul di area pemakaman keluarga.
Baca Juga: 6 Makanan Ini Jadi Rahasia Kulit Sehat dan Cantik ala Orang Korea Lho!
"Kami mendesak anda untuk menahan diri agar tidak mengunjungi kampung halaman dan kerabat, jika mungkin, pada hari perayaan Chuseok. Hal ini untuk melindungi kesehatan Anda dan keluarga Anda," kata pejabat kementerian kesehatan Yoon Tae-ho dalam sebuah pengarahan.
Langkah-langkah yang dipertimbangkan oleh otoritas Korsel adalah larangan pertemuan lebih dari 50 orang di dalam ruangan dan 100 orang di luar ruangan, larangan adanya penonton di pertandingan olahraga, serta permintaan agar warga dapat bekerja pada jam-jam tertentu atau dari rumah.
Sementara itu, ribuan dokter magang di Korsel tampaknya akan mengakhiri aksi mogok kerja selama dua minggu, yang dilakukan untuk mendorong reformasi layanan kesehatan oleh pemerintah, setelah mereka setuju untuk kembali bekerja mulai Selasa.
Sebuah kelompok yang mewakili para dokter magang, yang telah bersedia untuk mengakhiri aksi mogok setelah perjanjian dengan pemerintah pekan lalu, mengatakan mereka akan kembali bekerja pada Selasa, tetapi memperingatkan akan aksi protes lebih lanjut kecuali pemerintah menawarkan konsesi dalam dua pekan.
Pemerintah Korsel telah setuju untuk menunda langkah-langkah pencegahan wabah di masa depan sampai setelah krisis virus corona berlalu.
Namun, menurut para dokter, jumlah kasus Covid-19 hanya akan semakin membengkak di kota-kota tanpa adanya peningkatan layanan medis di pedesaan.
Berita Terkait
-
Donald Trump Mencak-mencak Minta Dibantu di Selat Hormuz, Pejabat Korsel Masih Cuek Bebek
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Film We, Everyday: Tiga Sahabat dan Segitiga Cinta yang Menggemaskan
-
Viral! Alat Vital Dicincang Istri Gegara Selingkuh, Suami Ini Minta Hakim Ringankan Hukuman
-
Number One: Film Melankolis Lembut dengan Akhir yang Menenangkan Hati
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal