Suara.com - Pandemi virus corona membuat orang tua dan pendidik memikirkan kembali seperti apa kembali ke sekolah nantinya. Jika mengirim anak Anda kembali musim ini, mungkin ada kekhawatiran seputar keamanan.
Dilansir dari Global News, pakar penyakit menular Dr. Isaac Bogoch membahas beberapa kekhawatiran paling umum tentang para orang tua yang mengirim anak-anak kembali ke sekolah.
Satu kekhawatiran besar, adalah bahwa orang tua harus lebih waspada terhadap gejala Covid-19. Bogoch mengatakan gejala Covid-19 dan flu sangat mirip.
"Ini akan sulit karena tanda dan gejala pasti bisa tumpang tindih," kata Bogoch.
Dia menambahkan Covid-19 dapat menyebabkan berbagai gejala selain demam, batuk, atau sesak napas. Gejala lain bisa berupa kelelahan, mual dan diare.
"Ini adalah waktu yang tepat untuk tidak menyekolahkan anak jika anak Anda mengalami gejala," katanya, seraya menambahkan bahwa meskipun mereka tidak memiliki Covid-19, lebih baik aman.
Artinya orang tua juga harus tinggal di rumah, katanya. "Majikan harus memiliki kelonggaran yang luar biasa ... Ini jauh melampaui sekolah.
Bagi orang tua yang berurusan dengan pembukaan sekolah yang tertunda atau bahkan ruang kelas yang penuh, beberapa mungkin takut gelombang kedua. Bogoch mengatakan ada beberapa faktor yang berperan dalam gelombang kedua.
"Jika kita melihat beberapa bulan dari sekarang ... kita mungkin akan melihat peningkatan kasus Covid-19," katanya. "Seberapa besar kenaikan itu sepenuhnya tergantung pada tindakan kami dalam beberapa bulan mendatang."
Baca Juga: Demam atau Batuk, Mana Gejala Covid-19 yang Pertama Muncul? Ini Urutannya
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance