Suara.com - Pubertas yang telalu dini terkait peningkatan risiko kanker payudara. Hal ini dinyatakan dalam sebuah penelitian dari para ahli di Cincinnati Children's dan University of Cincinnati.
Melansir dari Science Codec, perempuan yang mengalami masa pubertas dini memiliki kerentanan terhadap kanker payudara. Risiko ini bertahan lebih lama karena konstraksi hormon pertumbuhan yang lebih tinggi sehingga menciptakan faktor pertumbuhan kelainan jaringan pada payudara.
Pubertas biasanya ditandai dengan perubahan payudara dan menstruasi awal. Umumnya, anak perempuan akan mengalami menstruasi pada usia 12 atau 13 tahun. Jika terjadi di umur-umur sebelum itu, maka bisa dikategorikan mengalami pubertas dini.
"Kami telah prihatin selama bertahun-tahun tentang anak perempuan yang memasuki masa pubertas pada usia dini. Sejumlah penelitian telah menetapkan hubungan antara pubertas dini dan risiko kanker payudara," kata Frank Biro, MD kepala penelitian seperti yang dikutip dari Science Codec.
"Studi kami adalah salah satu dari sedikit yang mengumpulkan data selama bertahun-tahun untuk melacak secara komprehensif perubahan yang dialami anak-anak perempuan ini," imbuhanya.
Penelitian ini telah diterbitkan dalam Journal of Adolescent Health pada 1 September 2020.
"Kami menemukan hubungan dinamis yang penting antara konsentrasi faktor pertumbuhan manusia dan hormon lain pada tahap pertumbuhan," kata Biro.
"Ini memberi kami pemahaman yang lebih akurat tentang mengapa pubertas dini meningkatkan risiko kanker payudara," imbuhnya.
Temuan ini menunjukkan bahwa anak perempuan yang mengalami pubertas dini dapat mengambil langkah-langkah untuk menurunkan risiko kanker payudara. Dalam hal ini para peneliti menyarankan agar mereka melakukan pola hidup sehat seperti olahraga, pola makan sehat, dan hindari obesitas.
Baca Juga: Mudah Didapat, Lima Makanan Sehat untuk Mengurangi Risiko Kanker Payudara
Secara khusus, para peneliti juga menyarankan untuk meningkatkan konsumsi buah-buahan, sayuran, kedelai, dan makanan lain dengan mengandung estrogen nabati yang disebut fitoestrogen. Sebab peningkatan kadar fitoestrogen dalam tubuh dapat menggantikan estrogen yang lebih kuat dan menunda pubertas dini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga
-
Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental
-
Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026
-
Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat