Suara.com - Kesadaran masyarakat dalam membuang sampah ke tempat yang seharusnya dianggap masih kurang. Bahkan kebiasaan buruk tersebut bisa terlihat dalam keseharian. Perilaku itu pada akhirnya, akan menjadi contoh buruk bagi anak-anak.
Padahal mengajak anak-anak mengenal lingkungan lebih dekat akan menjadi tugas yang sangat menyenangkan untuk mereka. Terlebih anak-anak dan lingkungan adalah dua hal yang sangat penting untuk keberlangsungan alam.
Sehingga orangtua dianggap perlu mengajarkan anak untuk membuang sampah dengan memilahnya. Perilaku tertib dan disiplin membuang sampah, memang sebaiknya dimulai dari kebiasaan kecil di rumah dan dilatih sejak dini.
Hal itu juga yang dikatakan oleh Praktisi Lingkungan Hidup sekaligus Jurnalis Investor Daily, Mardiana Makmun. "Misalnya saat orangtua berbelanja maka wajib membawa kantong bahan dari rumah, dan tinggalkan budaya pemakaian kantong plastik," ucap Mardiana Makmun, Kamis (17/09/2020).
Anak juga bisa diajak mengenali jenis sampah dan memilahnya. Ajarkan pula mengenai jenis sampah basah dan sampah kering (organik dan anorganik) dan sampah harus dipisah sesuai jenisnya.
"Mengenal tentang bank sampah (jika ada di RT / RW tempat tinggal) juga perlu buat anak-anak.Karena itu bisa menjadikan pengalaman bagus dan pembelajaran baik bagi mereka," kata Nana -sapaan akrabnya.
Strategi ini juga sebaiknya diharapkan dilakukan secara terus-menerus. Apabila anak masih membuang sampah sembarangan, tegurlah anak dengan cara yang halus.
Bimbing dan arahkan dengan menggunakan bahasa yang baik agar mereka mampu mencerna dan memahami bagaimana seharusnya membuang sampah.
Dia kembali menegaskan bahwa untuk orangtua jangan lupa memberikan contoh dengan membuang sampah pada tempatnya. Karena segala sesuatu yang diajarkan melalui ucapan, prilaku akan lebih diserap dan dilakukan anak apabila ia melihat langsung.
Baca Juga: Sejarah Logo Palang Merah yang Mirip Salib dan Berita Health Hits Lainnya
"Jadi semuanya harus berjalan seirama. Tidak boleh mengajarakan hanya setengah-setengah. Karena ini perlu orangtua lakukan demi menjaga kesehatan anak dan keluarga, serta lingkungan hidup sekitarnya," tutup dia.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya