Suara.com - Virus corona masih mewabah di 215 negara di dunia. Negara di setiap benua telah terinfeksi virus jenis SARS COV-2 itu dan benua Asia jadi yang terbanyak memiliki jumlah kasus positif Covid-19.
Dikutip dari situs worldometers.info, per Minggu, 20 September 2020, pukul 06.38 GMT, ada 9.352.554 kasus positif virus corona di benua terluas di dunia itu. Sedangkan negara-negara dari benua lain, seperti Eropa 4.402.397 kasus, Amerika Utara 8,307,912 kasus, Amerika Selatan 7.490.758 kasus, Afrika 1.406.599 kasus, dan Oceania 30.557 kasus.
Di Asia, lebih dari separuh kasus terbanyak di India dengan total 5.400.619 infeksi Covid-19. Negara ini masih menjadi negara kedua dengan jumlah kasus Covid-19 terbanyak di dunia, dan urutan pertama di Asia.
Pada Minggu (19/9/2020) pukul 06.38 GMT, penambahan kasus juga kematian harian di India jadi yang terbanyak. Tercatat 2.389 kasus baru orang yang terinfeksi virus corona dan 86.774 jiwa meninggal dunia setelah positif Covid-19 di India.
Secara global, kasus baru orang yang terinfeksi Covid-19 di dunia pada Minggu (20/9/2020) sebanyak 14.877 orang, dan 4.025 orang di antaranya merupakan kasus baru di Asia.
Untuk lima negara di Asia dengan kasus baru terbanyak, India menempati urutan pertama (2.389 kasus), disusul Pakistan (640 kasus), Myanmar (393 kasus), Uzbekistan (243 kasus) dan Georgia (196 kasus).
Meski demikian secara keseluruhan, angka kematian akibat Covid-19 di Benua Asia masih lebih sedikit, yaitu 175,396 jiwa, daripada tiga benua lainnya; benua Amerika Utara 298,186 jiwa dari 8.307.912 kasus infeksi virus corona.
Lalu benua Amerika Selatan angka kematian akibat infeksi virus corona sebanyak 237.143 dari total 7.490.78 kasus Covid-19. Kemudian Benua Eropa ada 215.941 jiwa meninggal dunia akibat terinfeksi virus corona dari 4.402.397 jumlah kasus Covid-19.
Baca Juga: Update Covid-19 Global: Kasus Harian Indonesia Tertinggi Ketiga Asia
Berita Terkait
-
Jerinx SID Kembali Singgung Konspirasi COVID-19, Ungkit Aksi Demo Tolak Rapid Tes Tahun 2020
-
Epstein Files Singgung Simulasi Pandemi Sebelum COVID-19, Nama Bill Gates Terseret
-
Merasa Tervalidasi oleh Epstein Files, Jerinx SID: Kini Kebenaran Makin Menyala
-
Epstein Files Singgung Bill Gates dan 'Proyek Pandemi' Sebelum Wabah COVID-19
-
Waspada Gejala Superflu di Indonesia, Benarkah Lebih Berbahaya dari COVID-19?
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi