Suara.com - Seorang lelaki muda asal India kedapatan menjadi dokter gadungan selama empat tahun terakhir. Padahal ia bahkan tak pernah lulus SD. Luar biasanya lagi, selama empat tahun ia berhasil mengelabui belasan rumah sakit yang telah mempekerjakannya.
Di sisi lain Amerika Serikat telah melancarkan proyek ambisius yang melakukan tes deteksi virus corona sebanyak 1 juta dalam sehari. Sebuah gerakan masif untuk melakukan deteksi awal sebaran pandemi Covid-19.
Berita mengenai dokter gadungan dan rekor satu juta tes dalam sehari masuk dalam daftar berita kesehatan paling populer di kanal Health Suara.com, Senin, 21 September 2020 berikut ini!
1. Tak Lulus SD Tapi Sukses Jadi Dokter, Tertangkap karena Hal Tak Terduga Ini
Seorang pemuda bernama Veeragandham Teja -- yang usianya diperkirakan 23 tahun, ditangkap pihak kepolisian India setelah kedapatan tak hanya memiliki satu, tapi dua kasus hukum sekaligus.
Teja diketahui telah empat tahun berpura-pura menjadi dokter. Ia bahkan sudah 16 kali berpindah rumah sakit swasta untuk bekerja sebagai dokter. Ia juga ikut serta bekerja menjadi dokter relawan bagi kepolisian Bengaluru dan pekerja migran selama pandemi Covid-19.
2. Update Covid-19 Global: AS Cetak Rekor Lagi, Tes Capai 1 Juta dalam Sehari
Di tengah pandemi Covid-19 yang tak kunjung melandai, Amerika Serikat berhasil mencetak rekor dengan melakukan tes diagnostik kepada lebih dari satu juta warganya dalam satu hari.
Baca Juga: Mau Dapat Kuota Internet dari Kemendikbud, Begini Caranya
Meski begitu menurut benerapa ahli, AS sebenarnya membutuhkan enam sampai 10 juta tes sehari untuk bisa mengendalikan wabah virus corona jenis baru tersebut di sana.
3. Hari Alzheimer Sedunia, Ketahui Bedanya dengan Demensia dan Pikun
Hari Alzheimer Sedunia diperingati setiap 21 September. Bagi orang awam, mungkin lebih mengenal alzheimer dengan penyakit mudah lupa. Tetapi, tak sedikit yang masih sulit membedakan antara alzheimer, demensia, dan pikun.
Dokter spesialis saraf dr. Yuda Turana Sp.S menjelaskan bahwa demensia menjadi payung besar antara ketiga istilah tersebut. Dalam ilmu medis, demensia merupakan satu sindrom saat seseorang mengalami gangguan kognitif, salah satunya memori, yang progresif.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
Terkini
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI