Suara.com - Kabar baik bagi kalian yang suka pakai masker kain buatan rumahan. Menurut sebuah penelitian, masker wajah buatan sendiri berfungsi - dan bahkan mungkin lebih memungkinkan untuk bernapas daripada masker medis.
Penemuan ini dipublikasikan di jurnal Extreme Mechanics Letters. Demikian seperti dilansir dari Medical Daily.
Dengan terbatasnya pasokan masker wajah profesional dan medis, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) merekomendasikan agar orang membuat penutup wajah kain sendiri untuk membantu memperlambat penyebaran COVID-19.
Berbagai penelitian telah menetapkan bahwa masker kain rumah tangga dapat membantu menghalangi partikel aerosol kecil. Tetapi batuk, bersin, dan berbicara menghasilkan tetesan yang lebih besar.
Namun, masker harus nyaman dan memudahkan pernapasan agar dapat dipakai secara konsisten, catat para peneliti.
"Masker yang terbuat dari kain dengan daya tahan rendah tidak hanya membuat tidak nyaman, tetapi juga dapat menyebabkan kebocoran karena udara yang dihembuskan dipaksa keluar di sekitar kontur wajah, mengalahkan tujuan penggunaan masker dan memberikan rasa perlindungan yang palsu," kata rekan penulis Taher Saif, PhD, dalam siaran pers.
“Tujuan kami adalah untuk menunjukkan bahwa banyak kain umum memanfaatkan pertukaran antara sirkulasi udara dan efisiensi pemblokiran tetesan - besar dan kecil.” Saif adalah profesor ilmu mesin dan teknik di University of Illinois, Urbana-Champaign.
Tidak ada definisi yang disepakati untuk membedakan "aerosol" dari "tetesan".
Penelitian sebelumnya tentang masker kain sebagian besar berfokus pada efisiensi filtrasi kain rumah tangga terhadap partikel aerosol dengan diameter antara 10 nanometer dan 10 mikrometer.
Baca Juga: Kena Razia Tak Pakai Masker, Warga Pamekasan Disanksi Bacakan Rukun Islam
Namun, para peneliti menekankan bahwa kinerja masker kain juga tergantung pada cara pemakaiannya dan seberapa banyak udara yang dapat bocor melalui celah tersebut.
Masker harus pas menutupi mulut dan hidung Anda, serta diamankan di bawah dagu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
Pilihan
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Untuk Jadi Bos BI
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
Terkini
-
Telapak Kaki Datar pada Anak, Normal atau Perlu Diperiksa?
-
4 Rekomendasi Minuman Diabetes untuk Konsumsi Harian, Mana yang Lebih Aman?
-
Apa Itu Food Genomics, Diet Berbasis DNA yang Lagi Tren
-
Bosan Liburan Gitu-Gitu Aja? Yuk, Ajak Si Kecil Jadi Peracik Teh Cilik!
-
Menkes Tegaskan Kusta Bukan Kutukan: Sulit Menular, Bisa Sembuh, Fatalitas Hampir Nol
-
Kabar Gembira! Kusta Akan Diskrining Gratis Bareng Cek Kesehatan Nasional, Ini Rencananya
-
Era Baru Dunia Medis: Operasi Jarak Jauh Kini Bukan Lagi Sekadar Imajinasi
-
Angka Kematian Bayi Masih Tinggi, Menkes Dorong Program MMS bagi Ibu Hamil
-
Gaya Hidup Sedentari Tingkatkan Risiko Gangguan Muskuloskeletal, Fisioterapi Jadi Kunci Pencegahan
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda