Suara.com - Salah satu jurnal medis terkemuka di dunia, Lancet, telah memperbarui kebijakan editorialnya menyusul kasus kesalahan penelitian tentang hydroxychloroquine sebagai pengobatan Covid-19.
Pada Mei, Lancet menerbitkan studi peer-review atau tinjauan sejawat tentang obat kontroversial hydroxychloroquine, menyimpulkan adanya risiko kematian tinggi dan mengalami lebih banyak komplikasi terkait jantung bagi pasien Covid-19 penerima obat tersebut.
Data ini dicatat oleh rumah sakit di seluruh dunia dalam database oleh perusahaan analitik data Amerika Serikat yang dikenal sebagai "Surgisphere". Temuan mendorong Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menghentikan uji klinis obat anti-malaria tersebut.
Beberapa hari setelah makalah diterbitkan, sebuah kantor berita besar, Guardian Australia, mengungkap adanya masalah dalam data di Australia dalam penelitian tersebut.
Angka jumlah kematian akibat Covid-19 dan pasien di rumah sakit yang dikutip oleh penulis tidak sesuai dengan data resmi pemerintah dan departemen kesehatan.
Bahkan, dokter senior yang terlibat dalam penelitian Covid-19 mengatakan mereka belum pernah mendengar tentang basis data Surgisphere.
Peneliti dari negara lain mengidentifikasi masalah serupa dengan data dari rumah sakit mereka, dan penyelidikan lebih lanjut mengungkapkan keraguan apakah database yang digunakan dalam penelitian benar-benar ada.
Pendiri Sugisphere sekaligus penulis makalah tersebut adalah Sapan Desai. Pengadilan Illinois menunjukkan Desai pernah menghadapi dua tuntutan malapraktik medis pada 2019, dilansir Science Magazine. Menyusul peyelidikan ini, informasi mengenai Surgisphere telah dihapus dari internet.
Kemudian, WHO kembali melanjutkan studinya tentang hydroxychloroquine dan Lancet mencabut makalah Surgipshere dan berjanji untuk meninjau kebijakan publikasinya.
Baca Juga: Covid-19 Anak Lebih Ringan daripada Orang Dewasa, Studi Ungkap Alasannya
Kebijakan baru, yang terbit pada Kamis (17/9/2020), tiga bulan setelah studi ditarik pada Juni 2020 kemarin, mensyaratkan bahwa lebih dari satu penulis dalam penelitian tersebut harus langsung akses dan menferifikasi data yang dilaporkan.
“Untuk artikel penelitian yang merupakan hasil kemitraan akademis dan komersial, salah satu penulis yang disebutkan telah mengakses dan memverifikasi data harus dari tim akademis," tulis Lancet.
"Selain itu, semua penulis akan diminta untuk menandatangani formulir pernyataan untuk mengonfirmasi bahwa mereka memiliki akses penuh ke data yang dilaporkan dalam artikel mereka, dan bertanggung jawab untuk mengirimkan artikel untuk publikasi," sambungnya.
Salah satu pertanyaan yang diajukan tentang publikasi makalah Surgisphere adalah bagaimana makalah tersebut lolos proses peer-review.
"Editor akan memastikan bahwa setidaknya satu peninjau sejawat memiliki pengetahuan tentang detail kumpulan data yang dilaporkan dan dapat memahami serta mengomentari kekuatan dan keterbatasannya terkait dengan pertanyaan penelitian yang dibahas," jawab Lancet mengenai pertanyaan di atas.
Untuk studi yang menggunakan kumpulan data sangat besar, editor akan memastikan bahwa selain tinjauan sejawat statistik, ulasan dari pakar ilmu data juga harus diperoleh.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya