Suara.com - Bersepeda kini menjadi olahraga populer selama pandemi Covid-19. Meskipun menyehatkan, nyatanya ada beberapa kasus pesepeda meninggal karena diduga alami serangan jantung mendadak. Namun, benarkah pengidap jantung berbahaya untuk bersepeda? Lalu, apa yang perlu dipersiapkan oleh penderita jantung saat akan bersepeda?
Berita berikutnya adalah mengenai studi manfaat vitamin D untuk pasien Covid-19. Disebutkan bahwa pasien yang dirawat inap dan memiliki tingkat vitamin D yang cukup di tubuhnya, akan mengalami risiko komplikasi Covid-19 yang menurun. Apa saja komplikasi yang dimaksud?
Berita selengkapnya, bisa Anda klik melalui tautan di bawah ini!
1. Dokter Sarankan Pengidap Penyakit Jantung Lakukan Ini Saat Bersepeda
Bersepeda kini menjadi olahraga populer selama pandemi Covid-19. Meskipun menyehatkan, nyatanya ada beberapa kasus pesepeda meninggal karena diduga alami serangan jantung mendadak. Namun, benarkah pengidap jantung berbahaya untuk bersepeda?
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr. Vito Anggarino Damay, Sp. JP., M. Kes., FIHA., FICA., FAsCC dalam konferensi pers virtual Yayasan Jantung Indonesia (YJI), Jumat (25/09/2020), menjelaskan hal itu terjadi karena tak melakukan pemanasan sebelum bersepeda.
2. Terbukti Lagi, Vitamin D Sangat Bermanfaat bagi Pasien Covid-19
Dalam sebuah studi, pasien Covid-19 yang rawat inap dan memiliki tingkat vitamin D yang cukup di tubuhnya dengan kadar 25-hidroksivitamin D dalam darah minimal 30 ng / mL (ukuran status vitamin D), menunjukkan risiko komplikasi Covid-19 menurun.
Baca Juga: Terbukti Lagi, Vitamin D Sangat Bermanfaat bagi Pasien Covid-19
Komplikasi Covid-19 yang dimaksud adalah pingsan, hypoxia atau menurunnya kadar oksigen dalam darah, dan kematian.
3. Studi UC Davis: Masker Kain Katun Mengeluarkan Partikel Serat Kecil
Sejak pandemi Covid-19 berlanjyt, pemakaian masker telah menjadi suatu kewajiban yang diyakini dapat menekan penularan virus corona di masyarakat.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun mendukung protokol kesehatan tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit
-
Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga