Suara.com - Pemberian pendidikan gizi bagi anak dan orangtua merupakan hal yang penting disebarkan terutama di tengah pandemi virus corona penyebab sakit Covid-19 seperti saat ini.
Menurut pakar gizi Kesehatan Masyarakat sekaligus Guru Besar FKM Universitas Indonesia, Prof. Dr. drg. Sandra Fikawati, MPH., krisis kesehatan di seluruh dunia membuat pemerintah dan pakar harus lebih kerja keras menyiapkan program literasi gizi ke masyarakat.
"Dengan kebiasaan baru dan diberlakukan program belajar dari rumah, literasi gizi tidak hanya menjadi tanggung jawab guru dan siswa tapi juga membutuhkan peran aktif orangtua," kata Sandra dalam acara webinar Gerakan Nusantara (Gernus) bertema ‘Menjadi Orang Tua Tangguh di Era Adaptasi Kebiasaan Baru' beberapa waktu lalu.
Selain itu, Pedoman Gizi Seimbang dan ‘Isi Piringku’ yang diajarkan di sekolah dapat memberikan pemahaman termasuk pentingnya konsumsi minimal segelas susu setiap hari untuk memenuhi kebutuhan gizi bagi perkembangan otak dan fisik yang optimal.
Seperti diketahui sebelumnya, protein hewani dan zat gizi lainnya yang terkandung pada susu sangat penting untuk membantu menjaga imunitas tubuh selama masa pandemi.
Di situasi yang mengutamakan pertimbangan kesehatan dan keselamatan, dunia pendidikan Tanah Air juga tengah menghadapi tantangan pelaksanaan kegiatan belajar dan mengajar bagi siswa, orangtua serta guru termasuk pendidikan gizi.
Literasi gizi semakin dianggap penting untuk dipelajari, dipahami dan diterapkan oleh siswa di sekolah sebagai bagian dari pola konsumsi pangan sehat dan gaya hidup aktif yang diperlukan bangsa Indonesia untuk melalui masa pandemi.
Corporate Affairs Director PT. Frisian Flag Indonesia, Andrew F. Saputro, sebagai perwakilan penyelenggara kegiatan webinar Gerakan Nusantara atau Gernus, mengungkapkan bagaimana kegiatan tersebut merupakan komitmen untuk berkontribusi nyata bagi pendidikan gizi di Indonesia
"Gernus adalah salah satu kendaraan kami, dan tahun ini kami sangat senang dapat terlibat program BDR dari Kemendikbud dan mendukung program keamanan pangan dari BPOM. FFI juga terus-menerus menjalin kerjasama dengan akademisi dan para ahli untuk menghadirkan program-program yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan gizi anak-anak kita di sekolah,"
Baca Juga: Apa yang Anda Minum Pertama Kali di Pagi Hari? Simak Ulasan Ahli Gizi!
Tahun ini, Gernus 2020 menggelar beberapa agenda sekaligus yaitu Konferensi Pers bersama Wartawan Junior yang diikuti 45 peserta dari 15 sekolah dasar di Jakarta, Webinar Kesehatan dan Edukasi Digital dengan tema ‘Menjadi Orangtua Tangguh di Era Adaptasi Kebiasaan Baru’ dan program konsultasi kesehatan dan gizi serta lomba digital untuk ibu dan anak.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya