Suara.com - Ibu hamil merupakan salah satu kelompok berisiko atau kelompok yang rentan mengalami komplikasi saat tertular infeksi Covid-19.
Lantas, apakah pandemi membuat pasangan suami istri memutuskan untuk menunda kehamilan?
Lewat survei daring yang dilakukan Teman Bumil dan Populix kepada 1.754 responden -- sebanyak 77 persen di antaranya ibu hamil -- mengaku mayoritas (79 persen) hamil di masa awal pandemi Covid-19 (mulai Februari 2020).
Dari angka tersebut, sebayak 69 persen adalah kehamilan spontan, atau tanpa program kehamilan.
Sementara itu, data juga menunjukkan bagaimana 19 persen responden adalah ibu yang sedang menjalani program hamil sejak sebelum pandemi berlangsung.
Dari angka tersebut, 44 persen mengaku mengaku akan tetap melanjutkan program hamil di masa pandemi; dan 55 persen lainnya memutuskan tidak melanjutkan program hamil di masa pandemi.
Banyak peserta survei yang mutuskan menunda kehamilan mengaku takut tertular Covid-19 saat hamil dan menulari janin.
Mereka rata-rata adalah perempuan bekerja yang sadar akan risiko tertular Covid-19 dibanding dengan ibu rumah tangga yang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah.
"Mereka yang menunda kehamilan mengaku belum tahu sampai kapan mereka akan menunda kehamilan. Namun sebanyak 25 persen menjawab tegas, akan menunda kehamilan hingga pandemi Covid-19 berakhir," tulis rilis yang diterima Suara.com
Baca Juga: Manfaat Minyak Hati Ikan Kod Untuk Kesehatan: Baik Buat Ibu Hamil
Untuk menghindari kehamilan di masa pandemi Covid-19, 43 persen responden mengaku menggunakan alat kontrasepsi dengan kondom menjadi pilihan yang paling populer dengan persentase 47 persen; diikuti dengan IUD sebanyak 27 persen; pil KB sebesar 22 persen; spermisida sebesar 3 persen; dan diafragma 1 persen.
Lalu apakah hamil di masa pandemi Covid-19 berisiko?
Menurut dokter spesialis Kebidanan dan Kandungan dari RSIA Tambak, dr. Arie Aldila Pratama Sp.OG, belum ada pedoman resmi yang menyatakan bahwa infeksi Covid-19 pada ibu hamil akan membuat bayi tertular penyakit yang sama.
"Belum ada satupun guidelines yang mengatakan bahwa ketika ibu hamil terkena Covid-19, maka bayinya otomatis juga akan tertular," jelas Arie seperti dikutip Suara.com dari siaran pers Teman Bumil, Senin (28/9/2020).
Arie mengatakan, bahkan bayi-bayi yang lahir dari ibu yang positif Covid-19 juga ada yang terlahir berstatus negatif Covid-19.
Meski demikian, ibu hamil tetap perlu mewaspadai infeksi yang disebabkan oleh virus corona jenis baru tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
-
Pelatih Al Nassr: Cristiano Ronaldo Resmi Tinggalkan Arab Saudi
Terkini
-
Empati Sejak Dini, Ramadan Jadi Momen Orang Tua Tanamkan Nilai Kebaikan pada Anak
-
Stop Target Besar! Rahasia Konsisten Hidup Sehat Ternyata Cuma Dimulai dari Kebiasaan Kecil
-
Bibir Sumbing pada Bayi: Penyebab, Waktu Operasi, dan Cara Perawatannya
-
5 Rekomendasi Susu Kambing Etawa untuk Jaga Kesehatan Tulang dan Peradangan pada Sendi
-
Mencetak Ahli Gizi Adaptif: Kunci Menghadapi Tantangan Malnutrisi di Era Digital
-
Tips Memilih Klinik Tulang Terpercaya untuk Terapi Skoliosis Non-Operasi
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab