Suara.com - Aksi monolog presenter kondang Najwa Shihab yang berbicara dengan kursi kosong disebut mirip dengan terapi psikologis. Benarkah?
Dalam unggahan Narasi TV, wawancara Najwa Shihab dengan kursi kosong yang seolah diduduki Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto berhasil menuai respon positif dari publik.
Ini dilakukan Najwa sebagai bentuk tuntutan pertanggungjawaban Menkes Terawan dalam menangani pandemi Covid-19, yang dinilai tertinggal dari negara-negara lain.
Cara ini dianggap jitu dalam menanyampaikan keresahan publik terhadap ancaman pandemi Covid-19 yang terus membayangi Indonesia.
Salah satu komentar menarik datang dari ahli jiwa dr. Jiemi Ardian , Sp.KJ terkait aksi Najwa.
"Mbak Nana melakukan yang dalam Gestalt Therapy disebut 'Empaty Chair', biasanya digunakan untuk menyelesaikan 'unfinished business'. Kok cocok ya filosifinya," tulis @jiemiardian di kolom komentar video postingan akun @najwashihab, dikutip Suara.com, Selasa (29/4/2020).
Tapi apa sih sebenarnya Gestalt Therapy itu?
Mengutip Good Therapy, Terapi Gestalt adalah bentuk terapi berdasarkan keyakinan terhadap diri sendiri atau orang lain, menggunakan teknik kreativitas maupun pengalaman untuk meningkatkan kesadaran menyelesaikan urusan yang belum usai.
Empaty Chair Technique atau teknik kursi kosong adalah bentuk latihan terapi Gestalt dasar, yang menempatkan orang yang sedang diterapi di seberang kursi kosong.
Baca Juga: Najwa Shihab: Terawan, Menteri Paling Low Profile Selama Pandemi
Orang tersebut kemudian diminta membayangkan orang lain seperti atasan, pasangan, kerabat, atau bahkan diri mereka sendiri duduk di kursi tersebut.
Terapi ini kemudian mendorong adanya percakapan antara orang yang sedang diterapi dengan kursi kosong untuk melibatkan pikiran, emosi, dan perilaku orang tersebut.
Teknik kursi kosong ini bisa sangat berguna untuk membuat orang sadar untuk melihat situasi sekitar dan semua urusan yang dirasa belum usai, antara orang yang diterapi dengan orang yang ia bayangkan duduk di kursi kosong tersebut.
Melalui latihan dialog dan komunikasi dengan kursi kosong dalam terapi gestalt ini, akan membut orang yang berkomunikasi terhubung kembali dengan urusan yang belum selesai, yang selama ini diabaikan atau disangkal karena kesulitan berkomunikasi.
Misalnya orang yang hendak diajak bicara membuat orang tersebut takut, menghilang atau sudah meninggal dunia sehingga tidak bisa diajak bicara.
Bagaimana menurut Anda tentang teknik kursi kosong Najwa Shihab untuk Menkes Terawan?
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal