Suara.com - Diagnosis yang salah umumnya terjadi jika gejala yang dialami pasien sama dengan penyakit lain. Tapi, hal ini tentu sangat berbahaya, terutama jika penyakit yang diderita pasien parah.
Inilah yang terjadi pada seorang anak berusia lima tahun asal Tipton di West Midlands. Inggris, yang meninggal di pelukan sang ibu.
Deb Stead menceritakan putranya, Aiden Stead-Homans, meninggal akibat kanker otak, yang sebelumnya didiagnosis sebagai penyakit flu. Jadi, dokter hanya meresepkannya dengan paracetamol.
Tanda pertama yang muncul adalah adanya pembengkakan di lutut. Tapi sayangnya, tanda ini disalahsartikan sebagai dampak bocah lima tahun itu menginjak mobil mainan di rumah neneknya.
"Suatu hari aku perhatikan kakinya pincang, dan ketika aku bertanya apa yang terjadi, dia mengaku telah menginjak mobil mainan di rumah neneknya," ujar Stead, Mirror.
Setelah beberapa hari kemudian, bengkak di lututnya semakin membesar dan Stead membawanya ke rumah sakit.
"Mereka mengatakan dia baik-baik saja dan itu mungkin ada hubungannya dengan flu yang dia derita, jadi mereka memberinya lebih banyak antibiotik," sambungnya.
Tetapi kondisinya tidak membaik, hingga sang ibu membawanya lagi ke rumah sakit dan dokter kembali meresepkan paracetamol dan ibuprofen.
Hingga akhirnya Aiden kembali diperiksa dan ditemukan bahwa ada tumor di kakinya yang mulai menyebar. Dokter mengatakan kanker yang dideritanya sudah stadium empat.
Baca Juga: Di Tengah Pandemi, Ada Konsultasi Dokter Gratis Untuk Kanker Anak
Setelah itu, Aiden langsung menjalani kemoterapi. Tapi, beberapa bulan kemudian kondisi bocah ini semakin memburuk.
"Beberapa bulan kemudian dia mulai sakit kepala dan mengantuk sepanjang waktu, aku tahu ada yang tidak beres. Mereka memindainya lagi dan menemukan tumor di otaknya yang tidak dokter deteksi sebelumnya."
Stead menjelaskan bahwa dokter tidak pernah memindai bagian kepala Aiden, hanya dari pundak ke bagian bawah tubuhnya.
Dokter pun menjelaskan bahwa kanker yang diderita Aiden sudah terminal, yang artinya tingkat terparah, dan hanya memiliki waktu dua hari untuk hidup.
"Mengerikan, kepalaku berputar-putar dan aku harus meninggalkan ruangan. Dia dipindahkan ke kamar pribadi agar seluruh keluarganya bisa mengucapkan selamat tinggal."
Karena masalah ini, Stead berinisitaif untuk mengimbau masyarakat untuk lebih meningkatkan kesadaran tentang kanker otak dan tanda-tandanya.
"Saya hanya ingin meningkatkan kesadaran tentang apa yang terjadi pada Aiden sehingga tidak ada ibu yang harus melalui apa yang saya alami. Mungkin akan berbeda jika dokter mengenali gejalanya lebih awal," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi