Suara.com - Pandemi Covid-19 mengubah tatanan hidup banyak orang secara signifikan, termasuk dalam memperoleh layanan kesehatan. Dampak ini juga dirasakan oleh para pejuang kanker anak yang perlu mendapatkan perawatan dan konsultasi kesehatan dari dokter secara berkala.
Melihat hal tersebut, Good Doctor dan YKAKI (Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia) didukung oleh Benih Baik luncurkan Program KADO (KonsultAsi Dokter Online) untuk YKAKI, menyediakan konsultasi dokter online, untuk anak-anak, orang tua, guru, dan koordinator YKAKI yang tersebar di 8 kota, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Makassar, Riau, Semarang dan Manado.
Kehadiran dokter secara virtual ini dapat dimanfaatkan selama 1 tahun mulai tanggal 30 September 2020 sampai 29 September 2021 dengan layanan GrabHealth powered by Good Doctor pada aplikasi GRAB, demikian dikatakan Ira Soelistyo, Ketua dan Pendiri YKAKI. Hal ini diharapkan akan memudahkan mereka mendapatkan konsultasi kesehatan dari rumah masing-masing atau rumah singgah YKAKI.
"Diharapkan program ini juga dapat membantu menekan risiko penularan Covid-19 pada anak dengan kanker, mengingat komunitas kanker anak adalah kelompok rentan yang membutuhkan perhatian khusus selama masa pandemi," jelasnya dalam jumpa pers virtual, Rabu (30/9/2020) di Jakarta.
Pada kesempatan yang sama, Danu Wicaksana, Managing Director Good Doctor Technology Indonesia juga menekankan pentingnya pemanfaatan telemedis untuk mengurangi pelayanan kesehatan secara tatap muka demi melindungi anak-anak pejuang kanker yang lebih rentan terinfeksi Covid-19.
Dengan lebih dari 10.000 mitra dokter siaga di 70 kota di Indonesia, Good Doctor bisa memberikan respon cepat dan akurat terhadap pertanyaan tentang kesehatan dari keluarga anak-anak pejuang kanker. Dengan demikian anak-anak dan keluarga pejuang kanker bisa terus memantau kesehatan mereka secara berkala dengan mudah. Melalui program ini, anak-anak dan keluarga pejuang kanker di manapun mereka berada juga akan memiliki akses yang sama untuk berkonsultasi dengan mitra dokter umum maupun mitra dokter spesialis anak yang telah ditunjuk dengan mudah.
“Dengan memiliki sistem pendukung yang kuat, anak-anak pejuang kanker bisa lebih bersemangat dan kembali mempunyai mimpi yang besar untuk masa depan mereka. Kami harap program KADO untuk YKAKI dapat memberi manfaat nyata bagi pasien dan keluarga komunitas YKAKI untuk mendukung peningkatan kualitas kesehatan mereka," jelasnya.
Dalam peringatan Bulan Peduli Kanker Anak, program ini juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi membantu pejuang kanker anak di komunitas YKAKI melalui penggalangan dana yang akan dikelola oleh BenihBaik.com. Dana yang jika terkumpul semuanya akan disalurkan dalam bentuk 1.500 masker bedah kepada komunitas YKAKI dan juga biaya operasional rumah singgah YKAKI di seluruh Indonesia.
"Kami merasa terhormat dapat berpartisipasi dalam program ini. Program ini sejalan dengan visi dan misi kami dalam menunjukkan kepedulian pada isu sosial dan kemanusiaan. Kebutuhan masker bagi anak-anak pejuang kanker, orangtua, guru, dan relawan menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi sebagai perlindungan utama bagi mereka menghadapi situasi pandemi," kata Andy F. Noya, Founder BenihBaik.com.
Baca Juga: Alat Terapi Kanker Bantu Peneliti Temukan Target untuk Vaksin Covid-19
Masyarakat dapat ikut berdonasi untuk memenuhi kebutuhan masker bagi para anak-anak pejuang kanker melalui tautan berikut https://benihbaik.com/campaign/peduli-kanker-anak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi