Suara.com - Gaya hidup tak sehat pada generasi milenial turut menjadi sorotan dalam kampanye pencegahan penyakit jantung. Sebab, hal ini jadi salah satu faktor penyebab munculnya sakit jantung.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementrian Kesehatan RI dr. Cut Putri Arianie menyampaikan bahwa tantangannya saat ini, kaum muda Indonesia masih dihadapkan dengan berbagai permasalahan kesehatan. Di antaranya, gaya hidup tidak sehat, seperti merokok, kurang bergerak, makanan yang tidak sehat dan proposional.
“Penyakit jantung adalah termasuk salah satu penyakit tidak menular yang disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat," kata Putri dalam webinar 'Penyakit Jantung Menyerang Anak Muda Apa Solusinya?' yang disiarkan kanal YouTube Yayasan Jantung Indonesia.
Dati data Kemenkes disebutkan bahwa pada tahun 2013, sebanyak 39 persen penderita jantung di Indonesia berusia kurang dari 44 tahun, di mana 22 persen di antaranya berumur 15–35 tahun. Sedangkan jumlah penderita jantung tertinggi ada pada kelompok usia 45–65 tahun, mencapai 41 persen.
"Selisih yang tak berbeda jauh antara umur 45 tahun ke bawah dan 45 ke atas jadi penegas bahwa tren resiko penyakit jantung datang pada usia produktif semakin meningkat," katanya.
Penyakit tidak menular, seperti jantung, biasanya memang tidak disadari oleh penderitanya. Menurut dokter spesilis jantung dan pembuluh darah dr. Vito A. Damay, SpJP (K), kebanyakan pasien baru datang ke dokter setelah dalam kondisi cukup parah.
“Biasanya orang tidak menyadari bahwa dia menderita penyakit karena keluhannya tidak khas atau tidak terasa. Mereka baru akan menyadari kalau menderita penyakit jantung setelah mengalami serangan hebat. Untuk itu, salah satu cara utama untuk mencegah penyakit jantung, selain menjaga pola hidup sehat, adalah dengan deteksi awal melalui medical checkup," ujar dr. Vito.
Hal serupa disampaikan perwakilan WHO Indonesia Dr. Tara Kessaram. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan secara rutin sejak dini menjadi bagian penting dari pencegahan penyakit jantung. Hal paling sederhana juga bisa dilakukan dengan menerapkan gaya hidup sehat seperti menjauhi rokok, beraktivitas fisik secara rutin, dan menjalani diet sehat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh