Suara.com - Banyak orang merasa khawatir jika terlalu banyak mengonsumsi obat bisa merusak ginjal, termasuk saat pasien menjalani terapi kejiwaan dengan obat.
Namun faktanya Psikiater dr. Andri, Sp.KJ, FACLP meminta para pasien agar tidak khawatir, karena obat untuk terapi depresi, bipolar hingga skizofrenia cenderung aman untuk ginjal.
"Hampir semua obat-obatan psikiatri itu sebenarnya kebanyakan di metabolisme di hati atau di hepa. Hanya beberapa yang di ginjal. Kalau yang lain sebenernya itu di hati," ujar Dr. Andri dalam diskusi Webinar, Sabtu (10/10/2020).
Ia mengatakan jangan hanya karena takut merusak ginjal, lalu pasien malah abai dan tidak rutin mengonsumsi obat. Meski kesehatan organ lain perlu diperhatika dengan kadar toleransinya melalui konsultasi ke dokter.
"Sebenarnya kalau kondisi ginjal nggak ada bakat ke arah gangguan yang lain atau berat, itu nggak masalah nggak perlu khawatir dalam penggunaan obat lama, ini memang stigma," jelas dr. Andri.
Dokter yang juga YouTuber itu mengingatkan selain memperhatikan kesehatan jiwa, kesehatan fisik juga harus diperhatikan, mengingat keduanya saling keterkaitan.
"Bahwa tidak ada kesehatan, tanpa kesehatan jiwa, begitu juga kesehatan jiwa adalah salah satu yang saling berkaitan satu sama lain," tutupnya.
Berita Terkait
-
Cara Mudah Cek BPOM Kosmetik Pakai HP, Sat Set Gak Perlu Ribet!
-
Apa Itu Pewarna Merah K10? Bahan yang Bikin Eyeshadow Madame Gie Ditarik BPOM
-
Misteri Sopir Minibus Tewas Membiru di Cengkareng: Mesin Masih Menyala, Ada Obat-obatan di Dasbor
-
Profil Ildong Pharmaceutical, Perusahaan Obat Raksasa Asal Korea Selatan
-
Iran Alami Kelakaan Obat Kanker dan Diabetes Akibat Serangan Udara Militer Israel - AS
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius
-
Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya
-
Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya