Suara.com - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia baru saja merilis data mengenai meningkatnya kasus pasung saat pandemi Covid-19.
Pada 2019 lalu, tercatat ada 5.200 kasus pasung dan kini bertambah seribu kasus menjadi 6.200 di 2020.
Peningkatan kasus pasung diduga terjadi karena tidak adanya akses layanan kesehatan mental hingga kendala biaya yang tinggi.
Karena itu, keluarga memilih menyembunyikan kondisi pasien dengan melakukan tindakan pasung termasuk pasien skizofrenia.
Selain skizofrenia, WHO juga menyebut bagaimana setiap 40 detik ada satu orang meninggal dunia karena bunuh diri dan menjadi kasus kematian tertinggi di kelompok umur 15 hingga 29 tahun atau kategori usia muda.
Rata-rata kasus bunuh diri berawal dari depresi yang diderita generasi muda yang ditambah rasa takut untuk melakukan konsultasi dengan para psikolog akibat stigma pengidap sakit jiwa.
Padahal mereka adalah generasi penerus bangsa, tapi juga rentan gangguan mental.
"Itu sebabnya banyak sekali anjuran dan tips hidup sehat bagi milenial agar kita bisa produktif. Tetapi, sehat jasmani saja tidak cukup, mental pun harus sehat,” kata Branding and Communication Strategist MiPOWER by Sequis Ivan Christian Winatha.
Kini, perawatan gangguan mental seperti skizofrenia bisa ditanggung oleh asuransi, dengan paket konsultasi ke psikolog.
Baca Juga: Duh, Masih Ada Tradisi Pasung ODGJ dengan Rantai atau Pasak Kayu di Cianjur
"Asuransi kesehatan MiProtection yang memberikan sejumlah penggantian biaya konsultasi ke psikolog sebanyak 5 kali sesi konseling atau tahun polis untuk gangguan mental skizofrenia, bipolar, dan OCD sesuai ketentuan polis," ujar Ivan dalam rilisnya yang diterima Suara.com, Selasa (13/10/2020).
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?