Suara.com - Sebuah studi baru menyimpulkan bahwa generasi milenial mengalami kesehatan yang lebih buruk daripada Gen X atau generasi sebelum mereka. Tak hanya itu, bahkan mereka mengalami penurunan kesehatan dini, yakni setelah umur 27 tahun.
Melansir dari Healthline, peneliti dari Blue Cross Blue Shield Association menganalisis data dari klaim asuransi kesehatan untuk 55 juta milenial di Amerika yang berusia 21 hingga 36 tahun pada 2017.
Secara umum tinkat kesehatan milenial mencapai angka 95 dari 100. Nemun ketika umur mereka mencapai 27 tahun, kondisi kesehatan akan menurun.
Pada penelitian ini, kesehatan seperti depresi, diabetes, tekanan darah tinggi, dan penggunaan zat menjadi bahan pertimbangan.
“Kami melihat tingkat depresi yang lebih tinggi pada generasi ini, saya juga merasa terkejut melihat peningkatan kondisi fisik, seperti hipertensi hingga kondisi jantung pada kelompok usia ini,” kata Dr. Vincent Nelson, wakil presiden urusan medis untuk Asosiasi Perisai Biru Palang Biru, mengatakan kepada Healthline.
“Hipertensi dan diabetes mengikuti epidemi obesitas yang semakin parah. Jadi, tentu ada beberapa hal di sini yang pasti berkorelasi kesehatan secara keseluruhan, termasuk depresi, ”tambahnya.
Aaron J. Friedberg, asisten profesor penyakit dalam di Pusat Medis Wexner Universitas Negeri Ohio menyatakan bahwa generasi milenal akan dihadapkan dengan peningkatan penyakit.
"Saya pikir laporan ini mencerminkan kenyataan yang semakin mendekat bahwa karena meningkatnya penyakit, generasi mendatang bisa menjadi kurang sehat dibandingkan dengan yang sebelumnya," kata Friedberg kepada Healthline.
Laporan penelitian tersebut menyatakan bahwa sebagian dari masalah kesehatan disebabkan kurangnya pencegahan dan perawatan. Hanya 68 persen dari generasi millenial yang diteliti memiliki melakukan perawat kesehatan dibanding Generasi X yang mencapai 90 persen
Baca Juga: Apa Itu Gen Z? Berikut ini Penjelasannya
“Misalnya, banyak milenial mungkin tidak selalu berpikir bahwa mereka perlu memeriksakan tekanan darah mereka, tetapi hal itu dapat membuat perbedaan dalam kesehatan dan perilaku mereka,” kata Nelson.
Oleh karena itu, Benjamin merekomendasikan generasi milenial untuk menjalani pemeriksaan hipertensi, diabetes, kadar kolesterol dan melakukan perawatan mental.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari