Suara.com - Kementerian Kesehatan menyampaikan ketersediaan tempat tidur di rumah sakit untuk pasien Covid-19 rata-rata 43,93 persen.
Setiap daerah memiliki kondisi ketersediaan tempat tidur yang berbeda.
Plt. Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Prof. Dr. Abdul Kadir menyebut, Sumatera Barat menjadi daerah dengan ketersediaan terbanyak saat ini.
"Okupansi tertinggi di Sumbar sebanyak 64 persen dan terendah di Nusa Tenggara Timur dengan 9 persen. Indonesia rata-ratanya 43,93 persen," kata Kadir dalam webinar Kemenkes, Jumat (16/10/2020).
Sebagai tindalan antisipasi penuhnya ruang isolasi, Kadir menyampaikan bahwa Kemenkes telah melakukan persiapan untuj meningkatkan layanan di rumah sakit dengan menambah tempat tidur, ruang ICU, juga tenaga kesehatan untuk menangani pasien COVID-19.
Sehingga, ia menegaskan bahwa angka ketersediaan tempat todur itu masih tentatif.
"Data ini per 13 Oktober pukul 11. Tentunya data ini dinamis. Sesuai dengan perubahan di RS masing," ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris Kompartemen Jaminan Kesehatan Pengurus Pusat Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) dr. Tonang Dwi Ardyanto mengatakan, tingkat pemakaian tempat tidur di rumah sakit tidak lebih dari 70 persen. Kondisi itu agat rumah sakit tetap memiliki cadangan untuk perawatan non-Covid.
"Memang rumah sakit tidak boleh full, jangan sampai melebihi 70 persen supaya masih ada cadangan. Kita harus memberikan ruang pada pasien non-covid," katanya.
Baca Juga: Pasien RS Melarikan Diri dengan Infus Masih Terpasang, Ini Penyebabnya
Langkah pemerintah denga menyediakan tempat khusus isolasi untuk oasien gejala ringan dan sedang dinilai PERSI telah tepat.
"Yang di rumah sakit rujukan cukup gejala berat dan keadaan kritis saja. Agar bisa efisiensi ruangan, ujarnya.
Berikut data Kementerian Kesehatan per 13 Oktober, terkait ketersediaan tempat tidur pasien COVID-19 di rumah sakit per provinsi, tidak termasuk RS Darurat Wisma Atlet.
- Sumatera Barat: 64 persen
- Banten: 61 persen
- Jambi: 58 persen
- Riau: 57 persen
- Jawa Barat: 54 persen
- DKI Jakarta: 54 persen
- Kalimantan Timur: 52 persen
- Papua: 49 persen
- Jawa Tengah: 49 persen
- Bali: 47 persen
- Kepulauan Riau: 47 persen
- Sulawesi Barat: 45 persen
- Sulawesi Tenggara: 42 persen
- Papua Barat: 39 persen
- Sulawesi Tengah: 38 persen
- Sumatera Utara: 37 persen
- Jawa Timur: 37 persen
- Sumatera Selatan: 36 persen
- Lampung: 35 persen
- Aceh: 35 persen
- DI Yogyakarta: 33 persen
- Kalimantan Barat: 33 persen
- Kalimantan Tengah: 32 persen
- Kalimantan Selatan: 31 persen
- Sulawesi Selatan: 19 persen
- Maluku: 19 persen
- Sulawesi Utara: 18 persen
- Nusa Tenggara Barat: 17 persen
- Gorontalo: 16 persen
- Maluku Utara: 15 persen
- Bengkulu: 13 persen
- Kalimantan Utara: 13 persen
- Kep Bangka Belitung: 12 persen
- Nusa Tenggara Timur: 9 persen
Berita Terkait
-
Trauma Mengintai Korban Bencana Sumatra, Menkes Kerahkan Psikolog Klinis
-
Kemenkes Minta Rp500 Miliar untuk Perbaikan Fasyankes dan Alat Medis Rusak Akibat Banjir Sumatra
-
Gigitan Ular Jadi Ancaman Nyata di Baduy, Kemenkes Akui Antibisa Masih Terbatas
-
Ancaman Bencana Kedua Sumatra: Saat Wabah Penyakit Mengintai di Tenda Pengungsian
-
Banjir Sumatra Picu Risiko Penyakit Menular, Kemenkes Dorong Imunisasi Darurat
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
Terkini
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya