- Kemenkes mengajukan anggaran Rp500 miliar untuk pemulihan fasyankes di tiga provinsi Sumatra pascabanjir bandang November.
- Pemulihan ini fokus pada penggantian alat medis mahal dan perbaikan 87 rumah sakit serta 867 puskesmas terdampak.
- Dana tersebut juga mencakup insentif bagi tenaga kesehatan yang rumahnya rusak parah akibat bencana alam tersebut.
Suara.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengajukan anggaran Rp500 miliar untuk pemulihan ratusan fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) di tiga provinsi Sumatra yang rusak akibat banjir bandang dan tanah longsor pada akhir November lalu.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, pemulihan difokuskan pada penggantian alat-alat medis yang rusak di 87 rumah sakit dan 867 puskesmas terdampak.
"Kami sudah mengajukan anggaran sekarang sekitar Rp500 miliar untuk revitalisasi tahap tiga. Karena sekarang kita sudah daftarkan, ambulans misalnya 204 unit, yang bisa diperbaiki berapa, (misalnya) cuma 120 unit, jadi mesti beli dong sisanya," kata Budi saat konferensi pers di Kantor BNPB, Jakarta, Rabu (7/1/2026).
Kemenkes juga mengategorikan bangunan fasyankes yang rusak ringan hingga rusak parah untuk menentukan kebutuhan anggaran. Budi menyampaikan, saat ini masih ada tiga puskesmas yang belum beroperasi akibat rusak parah.
Anggaran terbesar juga diperkirakan untuk perbaikan dan penggantian alat medis yang rusak.
"Yang mahal-mahal nih, CT scan, MRI, itu mahal-mahal semua. Cath lab, itu juga bisa miliaran. Sekarang kita lagi kirim teknisinya untuk melihat mana saja yang rusak bisa diperbaiki, mana yang harus diganti. Kalau diganti, nanti pemerintah akan memasukkannya sebagai anggaran yang harus diganti," tutur Budi.
Dana juga dialokasikan untuk insentif tenaga kesehatan yang terdampak bencana. Budi menyebutkan, nakes yang rumahnya rusak akibat banjir dan longsor akan diberi insentif sebesar Rp15 juta untuk rusak ringan, Rp30 juta untuk rumah rusak sedang, serta biaya pembangunan ulang bagi rumah rusak berat, ditambah Rp5 juta bantuan hidup dan Rp3 juta untuk furnitur.
Budi menyebut hingga kini anggaran penanganan yang telah digelontarkan mencapai lebih dari Rp50 miliar, terdiri dari dana gabungan bantuan Kemenkes, BNPB, dan donasi swasta.
"Anggarannya itu nanti sepemahaman saya akan dikonsentrasikan satu pintu lewat BNPB. Jadi aman, tidak ada duplikasi anggaran," pungkas Budi.
Baca Juga: Tanggul Sungai Bremi Jebol, 300 KK di Pekalongan Terdampak Banjir
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Warga Kepulauan Seribu Ingin Transportasi Laut Murah, Transjakarta Siap Ambil Alih
-
IHSG Masih Bertengger di Level 6.500 Pagi Ini, Pantau BBNI
-
Lulusan Terbaik Undip Antre Jadi Buruh: Saat Ijazah Sarjana Tak Lagi Menjamin Pekerjaan
-
Lewat Skema Transfer, Kendal Tornado FC Datangkan Fikron Afriyanto dari Persijap
-
Gubernur Khofifah Dorong Trauma Healing Berkelanjutan di Lokasi Pengungsian Pascagempa NTT
-
Emas Antam Melambung Tinggi, Harganya Rp2,75 Juta/Gram
-
Presiden Prabowo Dikabarkan Bakal ke Riau Tinjau Karhutla di Kampar
-
Masjid Auliya Setono Gedong, Jejak Islam dan Daha di Tengah Kediri Kota
-
Waduk Jatigede Surut, Warga Sumedang Manfaatkan Lahan untuk Bertani
-
Tak Lagi Pakai Cara Tradisional, Petani Didorong Gunakan Teknologi hingga Mekanisasi