Suara.com - Pola makan memang berdampak pada kesehatan secara keseluruhan, termasuk kanker payudara. Bahkan sebuah studi yang diterbitkan dalam American Society of Clinical Oncology 2015 Education Book menunjukkan kebiasaan makan dan olahraga dapat mencegah 25 hingga 30 persen kasus kanker payudara.
Oleh karena itu, makan sehat tentu sangat berpengaruh pada penurunan risiko kanker payudara. Melansir dari Healthshots, berikut adalah makanan sehat yang bisa menurunkan risiko kanker payudara, antara lain:
1. Kunyit
Kunyit mengandung kurkumin, bahan kimia kuning cerah yang diklaim dapat membantu melawan tumor kanker payudara. Senyawa ini juga memiliki sifat anti-peradangan yang baik untuk tubuh secara umum.
2. Brokoli
Sering disebut makanan super, brokoli juga disebut mampu menghalangi pertumbuhan tumor. Brokoli sendiri kaya akan vitamin dan mineral seperti folat dan vitamin K.
Selain itu, brokoli juga mengandung fitonutrien yang dipercaya dapat menurunkan peradangan dan mengurangi risiko terkena kanker.
3. Apel
Apel merupakan sumber antioksidan, serat, dan senyawa lain yang dikenal dapat melindungi tubuh dari kanker payudara. Namun Anda perlu memakan dengan kulitnya, karena sebagian kandungan nutrisi apel terdapat pada kulit.
Baca Juga: Waspada Kanker Payudara, Hindari Pakai Bra Terlalu Kencang
Selain itu apel juga sangat mengenyangkan sehingga bisa menekan nafsu makan dan membantu turunkan berat badan.
4. Delima
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Oxidative Medicine and Cellular Longevity pada 2015 menunjukkan bahwa buah delima mengandung senyawa yang dapat membantu mencegah pertumbuhan kanker.
Selain kanker payudara, buah delima juga dikenal melindungi jantung dan melawan kanker prostat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Tantangan Pasien PJB: Ribuan Anak dari Luar Jawa Butuh Dukungan Lebih dari Sekadar Pengobatan
-
Gen Alpha Dijuluki Generasi Asbun, Dokter Ungkap Kaitannya dengan Gizi dan Mental Health
-
Indonesia Krisis Dokter Jantung Anak, Antrean Operasi Capai Lebih dari 4.000 Orang
-
Bandung Darurat Kualitas Udara dan Air! Ini Solusi Cerdas Jaga Kesehatan Keluarga di Rumah
-
Bahaya Pencemaran Sungai Cisadane, Peneliti BRIN Ungkap Risiko Kanker
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026