Suara.com - Artis Steffi Zamora baru saja menjalani operasi usus buntu dan masih menjalani perawatan medis. Ibu Steffi Zamora pun mengunggah kondisi anaknya di Instagram pada Kamis (15/10/2020).
"Alhamdulillah YRA Terima Kasih YAA ALLAH. Terima Kasih untuk semuanya yang telah mendoakan ka Steffy operasi usus buntu berjalan lancar," tulis Sapna Husen sebagai keterangan.
Sang ibu pun berharap kondisi Steffi Zamora segera pulih pasca operasi usus buntu dan bisa segera pulang ke rumah.
Dalam istilah medis, penyakit usus buntu dikenal sebagai apendistis yang bisa menyerang semua orang dari segala usia. Gejala usus buntu yang paling khas adalah nyeri di perut.
Tapi dilansir dari Hello Sehat, Anda perlu mengetahui bedanya gejala umum usus buntu dan gejala serius yang membutuhkan penanganan medis segera.
Gejala umum usus buntu biasannya berupa:
1. Sakit perut bagian kanan bawah
Gejala usus buntu ini terjadi karena usus buntu mengalami pembengkakan dan peradangan. Kondisi itu terjadi akibat iritasi lapisan dinding perut sehingga penderita akan mengalami nyeri di bagian perut.
2. Mual, muntah dan nafsu makan menurun
Baca Juga: Studi: Perempuan Muda dengan Serangan Jantung Lebih Mungkin Alami Kematian
Mual dan muntah tidak hanya sekadar gejala masalah pencernaan biasa, tetapi juga bisa menandakan usus buntu. Kondisi ini bisa terjadi akibat peradangan pada saluran cerna dan sistem saraf. Pada akhirnya, kondisi ini menurunkan nafsu makan secara drastis.
3. Gangguan pencernaan
Gejala usus buntu juga termasuk susah buang angin atau kentut dan sakit pinggang. Kondisi ini membuat perut tidak nyaman dan terasa penuh.
4. Demam ringan
Orang dengan usus buntu bisa mengalami demam berkisar antara 37 sampai 38 derajat celcius. Bila usus buntu makin parah, demam bisa mencapai 38 derajat celcius.
5. Sering buang air kecil
Usus buntu terletak di bawah panggul dan dekat dengan kandung kemih. Karena itu, usus buntu yang meradang bisa memengaruhi kandung kemih.
Gejala usus buntu parah yang perlu penanganan medis cepat:
1. Peritonitis
Peritonitis menandakan usus buntu pecah sehingga lapisan perut peritoneum mengalami infeksi akibat bakteri. Tanpa perawatan medis, organ yang terinfeksi bisa mengalami kerusakan.
2. Abses
Usus buntu yang tak ditangani segera bisa membentuk abses, yakni benjolan berisi nanah yang menandakan sistem imun melawan infeksi.
Karena itu, Anda harus segera mengunjungi dokter atau rumah sakit untuk mencegah terjadinya komplikasi usus buntu yang lebih parah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bukan Hanya Siswa, Guru pun Terkena Aturan Baru Penggunaan Ponsel di Sekolah Sulbar
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
Pilihan
-
Resmi! Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Pada Kamis 19 Februari 2026
-
Hilal Tidak Terlihat di Makassar, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
Terkini
-
Sedih! Indonesia Krisis Perawat Onkologi, Cuma Ada Sekitar 60 Orang dari Ribuan Pasien Kanker
-
Lebih dari Sekadar Sembuh: Ini Rahasia Pemulihan Total Pasien Kanker Anak Setelah Terapi
-
Edukasi dan Inovasi Jadi Kunci Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Gigi dan Mulut Lintas Generasi
-
Multisport, Tren Olahraga yang Menggabungkan Banyak Cabang
-
Tantangan Pasien PJB: Ribuan Anak dari Luar Jawa Butuh Dukungan Lebih dari Sekadar Pengobatan
-
Gen Alpha Dijuluki Generasi Asbun, Dokter Ungkap Kaitannya dengan Gizi dan Mental Health
-
Indonesia Krisis Dokter Jantung Anak, Antrean Operasi Capai Lebih dari 4.000 Orang
-
Bandung Darurat Kualitas Udara dan Air! Ini Solusi Cerdas Jaga Kesehatan Keluarga di Rumah
-
Bahaya Pencemaran Sungai Cisadane, Peneliti BRIN Ungkap Risiko Kanker
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama