Suara.com - Pangsa pasar apparel di Indonesia saat ini didominasi oleh brand-brand ternama yang sudah established atau terkenal sehingga sangat sulit dimasuki perusahaan-perusahaan startup lokal milik anak bangsa. Namun, kali ini kita akan membahas salah satu brand asal Indonesia yang sudah mendisrupsi pasar apparel yang semula telah didominasi merek-merek terkenal.
Salah satu startup Indonesia yang telah terjun langsung melakukan pemasaran dan penjualan produk secara online adalah SFIDN Fits. Apparel lokal ini juga telah mendisrupsi market yang sudah ada.
Dengan model Business to Client (B2C), bisnis rintisan ini melakukan pemasaran dan penjualan produk ke seluruh wilayah Indonesia melalui website e-commerce-nya, yaitu www.sfidnfits.com.
Kehadiran startup apparel lokal yang satu ini, tentunya mengancam eksistensi produk perlengkapan olahraga dari brand terkenal. Startup ini melakukan beragam strategi untuk menyaingi pasar yang notabene telah didominasi merek terkenal atau telah established jauh sebelum kehadiran mereka.
Dengan tujuan bisnis memunculkan produk olahraga berkualitas di Indonesia, SFIDN Fits menjamin dan mengutamakan kualitas serta keunikan produk mereka.
Salah satu hal yang bisa membuat mereka bersaing dengan produk internasional adalah kualitas produk yang mereka tawarkan. Hal itu dapat terjadi karena mulai dari proses penciptaan ide hingga tahap produksi, startup apparel ini melakukan beragam eksperimen, riset, dan penelitian fungsionalitas produknya. Oleh karena itu, produk yang dihasilkan terbilang unik dan belum pernah ada sebelumnya.
Hal itu tentunya tak terlepas dari kualitas yang selalu dijaga, layaknya merek-merek ternama lainnya.
Untuk menjaga kualitasnya, SFIDN Fits melakukan eksperimen teknologi hingga menguji praktikalitas sebuah produk.
Tak hanya itu, bisnis rintisan ini juga menggunakan atlet-atlet ternama dan juga pelanggannya untuk memberikan umpan balik tentang produk mereka. Hasil pengujian produk atau sampling tersebut digunakan untuk mengetahui manfaat dari masing-masing produk dan mengidentifikasi kelemahan produk, hingga pada akhirnya terciptalah produk yang sempurna.
Bisnis rintisan ini pun melakukan riset saat produksi produk yang difokuskan pada material, bahan, dan ketahanan produk. Tentunya dengan riset-riset dan eksperimen yang dilakukan, SFIDN Fits terus berinovasi hingga memperoleh kepuasan pelanggan.
Untuk berkompetisi dengan produk lainnya, usaha SFIDN Fits tak berhenti sampai di sana, startup apparel lokal ini juga mengutamakan masukkan atau review dari para pelanggannya. Dengan cara tersebut, mereka dapat mengeluarkan produk-produk dengan kualitas dan versi yang lebih baik dari sebelumnya. Para pelanggan bisnis rintisan ini juga disatukan dalam komunitas yang disebut dengan Fitsers.
Para Fitsers, nantinya akan memberikan umpan balik terhadap kualitas produk SFIDN Fits. Jadi keterkaitan antara produk dan pelanggan inilah yang menjadi kunci utama kesuksesan startup apparel lokal ini, bersaing di tengah merek-merek terkenal.
Selain membangun ikatan antara produk dan pelanggan, mereka juga mengajak para atlet olahraga untuk menguji produk, ketahanan, dan kegunaan produk di bidang olahraga masing-masing, misalnya voli, fitness, lari, pilates, dan yoga.
Jadi SFIDN Fits layak diburu para pecinta olahraga di Indonesia. Startup apparel lokal ini menjamin kualitas terbaik untuk para pelanggannya. Bagi SFIDN Fits, “brand is a promise”.
Dengan eksperimen, riset, review dari pelanggan, dan pengujian ketahanan produk oleh para atlet, kualitas apparel lokal ini bisa menyaingi pasar yang didominasi oleh merek-merek yang telah established.
Baca Juga: 5 Startup Ini Masuk Program Menjadi Nyata dan Berkesempatan Dapat Modal
Berita Terkait
-
Kolaborasi Startup Lokal Berhasil Kumpulkan 282 Ton Sampah Plastik Kemasan
-
New Carry Pick Up Bantu Suzuki Perbesar Pangsa Pasar di Agustus 2020
-
Kemenperin Bidik Karya Anak Bangsa dalam Modifikasi Alat Multifungsi
-
Komisi VIII: Vaksin Covid-19 Temuan Anak Bangsa Harus Diperhatikan
-
Cari Kerja di Masa Pandemi, Startup Lokal Ini Sediakan 6 Fitur Berguna
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh