Suara.com - Hampir pasti spons cuci piring menyimpan segala jenis kuman. Beberapa kuman mungkin hanya akan membuat spons bau, tetapi lainnya berpotensi membuat sakit.
"Jika kotor, spons bisa menyebarkan kuman ke segala hal yang spons 'sentuh', dari piring hingga meja dapur dan peralatan makan lainnya," kata Janilyn Hutchings, profesional bersertifikat di bidang keamanan pangan dan ilmuwan makanan untuk StateFoodSafety.
Laboratorium Keamanan dan Teknologi Pangan ARS USDA telah menemukan dua metode yang berfungsi untuk mendisinfeksi spons dan membuatnya aman untuk digunakan kembali, dilansir Insider:
1. Mesin pencuci piring
Jika Anda menjalankan mesin pencuci piring setiap malam sebelum tidur, letakkan spons di rak paling atas dan nyalakan mesin pencuci piring, kata Jennifer Quinlan, PhD, profesor di Departemen Ilmu Gizi Universitas Drexel.
Menurutnya, panas akan mendisinfeksi spons dan piring Anda secara bersamaan.
2. Microwave
Menurut Quinlan, panas microwave juga dapat mendisinfeksi spons karena panas. Menurut USDA, kedua metode ini 99 persen efektif membunuh bakteri yang ada di spons.
"Sesederhana itu," kata Quinlan.
Baca Juga: Terlalu Higienis, Wanita Ini Hobi Bersihkan Sosis Pakai Sabun Cuci Piring
Selain itu, ada beberapa metode yang tidak disarankan. Masih dirangkum dari Insider, berikut cara yang sangat tidak disarankan untuk mendisinfeksi spons:
1. Air panas
Air keran yang panas tidak cukup panas untuk menghilangkan kuman. Quinlan berkata, "Anda bisa merebus air dan merendam spons di dalamnya, tetapi hanya jika tidak memiliki microwave atau mesin pencuci piring."
2. Memakai cairan pemutih
Panas lebih efektif daripada menggunakan cairan pemutih dalam mendisinfeksi spons. "Panaslah yang membunuh patogen," lanjut Quinlan.
Selain itu, cairan pemutih tidak selalu berhasil menembus seluruh lapisan spons. Anda juga malah berisiko meninggalkan cairan pemutih di dalamnya yang bisa berpindah ke makanan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?