Suara.com - Orangtua mana pun akan tahu bahwa menyuruh anak menyikat gigi bisa menjadi cobaan berat. Tetapi yang tidak banyak diketahui bahwa memberikan pasta gigi ternyata juga harus sesuai umur.
Dilansir dari The Sun, seorang dokter gigi, Dr Gao, menjadi viral di TikTok setelah membagikan video yang menguraikan berapa banyak pasta gigi yang harus kita gunakan - sesuai dengan usia kita.
Klip Dr Gao telah dilihat lebih dari enam juta kali. Dia berkata: “Jumlah yang digunakan dalam iklan terlalu banyak. Untuk usia tiga tahun ke bawah, semua yang Anda butuhkan hanyalah sedikit seperti noda."
Dia mendemonstrasikan dengan sedikit olesan pada sikat gigi, dan mengatakan bahwa untuk orang yang lebih dewasa menggunakan pasta gigi seukuran kacang sudah terlalu banyak.
Dr Gao juga menjelaskan mengapa Anda tidak boleh memencet banyak sikat gigi. Ia mengatakan, percayalah, ini tidak akan membuat gigi Anda lebih bersih."
Dan itu bisa menimbulkan masalah gigi, terutama pada anak-anak.
Dalam video terpisah, ia mengatakan: “Tidak hanya menjadi limbah bagi anak-anak yang gigi dewasanya masih tumbuh, menelan terlalu banyak pasta gigi yang mengandung fluorida dapat menyebabkan fluorosis gigi.
“Fluorosis gigi adalah kondisi kosmetik yang menyebabkan perubahan tampilan pada gigi dan enamel.
“Penampilannya bisa berkisar dari perubahan warna coklat dan terang, hingga strain coklat dan bahkan lubang yang jelas.”
Baca Juga: Cara Hilangkan Baret Pada Mobil, Pakai Obat Nyamuk Cair sampai Pasta Gigi
Meskipun dapat 'dirawat secara kosmetik', Dr Gao memperingatkan kerusakan itu permanen.
Ribuan orang mengomentari klip itu dengan kaget, mengakui bahwa mereka telah melakukan kesalahan sepanjang hidup mereka.
Seseorang berkata: “Memikirkan semua pasta gigi yang telah kubuang.”
Sementara itu yang lain menulis, "Itulah mengapa sikat elektrik hanya dapat menampung pasta gigi seukuran kacang polong."
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia