Suara.com - Beberapa waktu belakangan sempat ramai diberitakan soal pasien Covid-19 yang kembali dinyatakan positif beberapa saat setelah sembuh. Kondisi itu membuka kemungkinan terjadinya reinfeksi pada pasien Covid-19.
Meski demikian ada kondisi tertentu yang memang membuat pasien Covid-19 kembali bisa terinfeksi. Lantas kondisi seperti apa itu?
Dilansir dari Times of India, pasien yang telah pulih dari Covid-19 dapat kembali terinfeksi oleh virus tersebut begitu antibodi dari penyakit virus mulai menipis, Dewan Riset Medis India (ICMR).
Menurut Pusat Pengendalian Penyakit (AS), seorang mengalami infeksi ulang (Covid-19) jika orang tersebut terinfeksi kembali setelah 90 hari sejak berubah negatif menjadi Sars-CoV-2 setelah dites positif.
"Namun, ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa antibodi yang berkembang setelah Covid-19 bertahan hingga lima bulan," kata Balram Bhargava, Direktur Jenderal ICMR.
“Karena penyakit ini baru, kami tidak memiliki informasi lebih lanjut tentang itu. Namun, orang dapat tertular kembali jika antibodi mulai menipis dari tubuh,” tambahnya.
Bhargava juga menekankan bahwa seseorang tidak boleh berpuas diri, dan mengikuti semua tindakan pencegahan seperti memakai masker, tetap berhati-hati dan tidak bergantung pada antibodi untuk menghindari infeksi ulang.
"Bahkan setelah tertular virus, seseorang tidak boleh menghindari penggunaan masker," dia mengingatkan.
Bhargava juga menginformasikan bahwa ICMR sedang melakukan penilaian pada subjek infeksi ulang seperti yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan dan hasilnya akan segera keluar.
Baca Juga: Psikolog: Suara Orang Terdekat Dapat Sembuhkan Pasien Covid-19
Menteri Kesehatan Serikat Harsh Vardhan sebelumnya memberi tahu bahwa ICMR telah membentuk komite ahli untuk mempelajari kasus infeksi ulang yang dilaporkan di antara pasien Covid-19.
Namun, dia menyebut beberapa kasus infeksi ulang Covid yang telah dilaporkan sebagai "salah klasifikasi".
Sesuai ICMR, sejauh ini, tiga kasus infeksi ulang telah dilaporkan di negara tersebut - dua dari Mumbai dan satu dari Ahmedabad.
Badan puncak penelitian medis juga menyatakan bahwa batas waktu untuk penipisan antibodi yang ditetapkan olehnya untuk penilaian adalah 100 hari sejak infeksi.
"Ada berbagai batas hari yang dirujuk untuk infeksi ulang. Meskipun masyarakat melewati hingga 110 hari, kami mengambil 100 hari sebagai periode batas karena antibodi bertahan sampai saat itu," kata Bhargava.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang
-
4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima
-
Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak
-
Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan
-
Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah
-
Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress
-
Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama
-
Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini