Suara.com - Data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) tahun 2018 hingga 2019, menunjukkan hoaks kesehatan, termasuk isu obat dan makanan, berada di peringkat ketiga sebagai hoaks terbanyak. Hoaks kesehatan ini terdiri dari 401 konten atau 10,28 persen, tepat setelah isu politik 24,94 persen dan isu pemerintahan 19,05 persen.
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Penny K. Lukito, meminta generasi muda, khususnya milenial, menjadi Pahlawan Pangan atau Food Heroes dengan memilih pangan yang aman, bermutu, dan bergizi. Para milenial ini diminta untuk memberi informasi yang akurat kepada para orangtua agar tidak mudah termakan hoaks.
"Generasi muda juga dapat mendorong orang tua dan kerabat untuk membeli produk pangan lokal dan menjadi Duta Keamanan Pangan yang menyebarkan informasi tentang Keamanan Pangan,” ujar Penny dalam acara webinar 'Milenial Keamanan Pangan', Selasa (27/10/2020).
“Badan POM tak henti mengajak generasi muda untuk menjadi konsumen yang cerdas dan kritis. Jangan mudah termakan isu atau hoaks di media sosial,” sambung Penny.
Acara webinar yang jadi salah satu rangkaian Hari Pangan Dunia pada 16 Oktober 2020 ini menyasar kaum muda, karena menurut Penny para anak muda adalah sosok yang melek informasi, dan kerap melakukan cek dan ricek sebelum menyebarkan kembali informasi tersebut.
"Generasi muda sebagai kaum intelektual harus 'melek informasi', apalagi informasi yang belum diketahui keberadaanya," jelas Penny.
Dalam imbauannya saat membuka acara, Penny juga menyebutkan infromasi bisa diperoleh melalui sumber informasi yang valid. Contohnya apabila berhubungan dengan keamanan pangan website, instagram, twitter, maupun YouTube BPOM bisa jadi salah satu sumber referensi.
Berbicara keamanan pangan, berbelanja online juga salah satu yang harus diwaspadai, karena kata Penny, masih banyak penjual atau situs yang menjual pangan olahan yang melanggar.
Terbukti sejak Januari hingga September 2020, BPOM telah mengusulkan kepada Kemenkominfo dan e-Commerce untuk melakukan take down 12.427 link situs atau platform terkait pangan olahan yang melanggar ketentuan, termasuk menjual pangan olahan ilegal/Tanpa Izin Edar (TIE) dan tidak memenuhi persyaratan (label yang over claimed).
Baca Juga: Oknum PNS Banjarbaru Terancam 3 Tahun Penjara Gegara Sebar Hoaks
“Para pemuda dan pemudi generasi milenial harus proaktif menjadi agen perubahan. Selalu kampanyekan adaptasi kebiasaan baru pada era new normal, tebarkan semangat positif untuk membangun negeri dengan jalani hidup sehat dan cerdas dalam memilih pangan yang aman, bermutu, dan bergizi," tutup Penny.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh