Suara.com - Bagi sebagian orang, Covid-19 hanya memengaruhi mereka dengan gejala ringan, seperti batuk dan pilek. Tapi bagi yang lain, ini bisa menjadi penyakit yang membutuhkan perawatan jangka panjang.
Sebuah studi baru-baru ini menyatakan bahwa pasien infeksi virus corona yang mengalami lebih dari lima gejala selama minggu pertama penyakit kemungkinan lebih berisiko mengembangkan dampak Covid-19 jangka panjang atau Long Covid-19.
Dilansir The Health Site, lima gejala itu termasuk kesulitan bernapas, sakit kepala kronis, kelelahan, nyeri otot atau tubuh, dan suara serak.
Sebenarnya tidak ada definisi spesifik dari Covid-19 jangka panjang atau daftar gejala yang mengindikasikan seseorang sedang mengalaminya.
Peneliti juga mengatakan mereka yang menderita dampak Covid-19 ringan bisa mengalami dampak seumur hidup.
"Kami yakin bahwa Covid jangka panjang itu ada," ujar Profesor David Strain dari Universitas Exeter, Inggris.
Agar tidak mengalami dampak kronis ini, ada baiknya menjaga diri tetap aman dengan menerapkan langkah berikut:
1. Tetap di dalam ruangan
Siapa pun yang mengalami demam atau menunjukkan tanda-tanda Covid-19 harus mengisolasi diri, kecuali mereka membutuhkan perawatan medis. Langkah ini mencegah penyakit menyebar ke orang lain.
Baca Juga: Cegah Klaster Baru Corona, Kunjungan Tempat Wisata Bali Dibatasi 50 Persen
2. Jaga pola makan sehat
Tidak hanya untuk mencegah diri dari berkembangnya Covid-19 parah, menjaga pola makan sehat juga bagus untuk kesehatan secara keseluruhan.
3. Olahraga
Tetap di dalam rumah tapi tetap bugar. Olahraga teratur seperti peregangan dan tanpa latihan otot beban dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Olahraga diikuti dengan yoga atau meditasi dapat membantu mengatasi stres.
4. Tetap terhidrasi
Meskipun minum air tidak menjamin tubuh tidak tertular virus, menjaga cairan tubuh dapat meningkatkan sistem kekebalan. Hidrasi juga dapat membuang racun dari tubuh. Minumlah 8 hingga 10 gelas per hari agar tetap terhidrasi.
5. Menjaga kualitas tidur
Tidur nyenyak adalah cara terbaik untuk membantu tubuh membangun kekebalan dan memperkuat aktivitas otak, selain memperbaiki sel-sel mati. Waktu 7 hingga 8 jam adalah cara terbaik untuk membuat tubuh membagun kekebalan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?
-
Hoops + Health Youth Basketball Festival 2026 Dorong Generasi Muda Hidup Sehat & Melek Finansial
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien