Suara.com - Bagi Anda yang sedang berada dalam perjalanan liburan, atau tengah bersiap-siap ke bandara untuk pergi berlibur, luangkan waktu sejenak untuk membaca hasil studi terbaru dari para peneliti di Harvard School of Public Health berikut. Dikatakan bahwa risiko penularan Covid-19 di pesawat ternyata tidaklah semenakutkan yang banyak dipikirkan orang selama ini. Bahkan dikatakan juga bahwa risiko penularan Covid-19 tidak lebih tinggi dibandingkan Anda belanja di supermarket atau makan di restoran. Beneran, nih?
Nah, buat Anda yang selama libur panjang memutuskan di rumah saja, mungkin ini saatnya merutinkan diri mengonsumsi herbal tradisional untuk meningkatkan imunitas tubuh. Misalnya kunyit dan jahe, yang selalu menjadi primadona. Bukan tanpa alasan, baik kunyit maupun jahe memiliki manfaat yang baik untuk mengatasi masalah kesehatan. Apa saja?
Yuk, cari tahu penjelasan lengkapnya lewat artikel-artikel di bawah ini!
1. Penelitian: Risiko Penularan Covid-19 di Pesawat Ternyata Sangat Rendah
Bagi Anda yang sedang berada dalam perjalanan liburan, atau tengah bersiap-siap ke bandara untuk pergi berlibur, luangkan waktu sejenak untuk membaca hasil studi terbaru dari para peneliti di Harvard School of Public Health berikut. Dikatakan bahwa risiko penularan Covid-19 di pesawat ternyata tidaklah semenakutkan yang banyak dipikirkan orang selama ini. Bahkan dikatakan juga bahwa risiko penularan Covid-19 tidak lebih tinggi dibandingkan Anda belanja di supermarket atau makan di restoran.
Peneliti juga menyebut bahwa risiko penularan ini bahkan masih dapat dikurangi ke tingkat yang sangat rendah melalui kombinasi tindakan pengendalian infeksi berlapis.
2. Ternyata Begini Efek Samping Jahe dan Kunyit Ketika Dikonsumsi Bersamaan
Dalam dunia pengobatan herbal, sudah tidak diragukan lagi memang jika kunyit dan jahe selalu menjadi primadona.
Baca Juga: Penularan Covid Lewat Orang Dikenal, Anies Ingatkan Bahaya Klaster Keluarga
Bukan tanpa alasan, baik kunyit maupun jahe memiliki manfaat yang baik untuk mengatasi masalah kesehatan.
3. Positif Virus Corona, Wanita Ini Rasakan Tubuhnya Sakit saat Terkena Air
Shikhi Sharma, seorang wanita asal India dinyatakan positif terinfeksi virus corona Covid-19 dan harus menjalani isolasi bersama mertuanya.
Shikhi Sharma bercerita keluarganya terdiri dari 6 orang dan memiliki anak perempuan berusia 4 tahun. Karena, pekerjaannya dan suami berurusan dengan publik, mereka pun sudah melakukan tindakan pencegahan ekstra sejak awal pandemi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin