Suara.com - Mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 pada momentum libur panjang akhir pekan ini, Kementerian Kesehatan menerbitkan surat edaran (SE) Menteri Kesehatan yang ditujukkan kepada gubernur, walikota, dan bupati di seluruh Indonesia pada 23 Oktober 2020 lalu.
Dalam surat edaran tersebut, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengimbau pemerintah daerah melakukan langkah antisipasi penularan Covid-19, saat cuti bersama Maulid Nabi Muhammad SAW dan libur panjang yang berlangsung selama lima hari sejak tanggal 28 Oktober sampai 1 November 2020.
Menurut Pelaksana Tugas (Plt.) Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI, dr. H. Muhammad Budi Hidayat, M.Kes selain menegakkan protokol kesehatan 3M -- memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan secara ketat, Kemenkes juga ingin agar masyarakat melakukan penerapan protokol yang ketat seperti pada masa mudik lebaran Hari Raya Idulfitri lalu.
"Langkah-langkahnya mengaktifkan protokol kesehatan yang pernah diberlakukan saat mudik lebaran kemarin, sama seperti waktu lebaran, jadi teman-teman sudah tahu dan ditingkatkan lagi," jelas Budi saat dihubungi Suara.com, Jumat (30/10/2020).
Protokol kesehatan saat mudilk lebaran, yang utama adalah mengaktifkan community base surveillance atau pengawasan pendatang. Aturan ini juga tetap berlaku di tempat wisata yang banyak dituju masyarakat untuk berlibur.
Berikut tata caranya melakukan community base surveillance di daerah:
1. Mencatat pemudik yang masuk ke wilayah atau dusun, dari alamat, nomor telepon dan sebagainya.
2. Desa harus memberikan edukasi, jika orang yang datang ke desa atau lokasi wisata harus dipastikan kesehatannya. Seperti suhu tidak boleh lebih dari 36,7 derajat, atau bergejala Covid-19 lainnya.
3. Lakukan karantina mandiri. Kalau ada tamu yang memang sakit segera dikarantina baik di desa maupun di rujuk ke rumah sakit atau tempat yang sudah disiapkan oleh daerah.
Baca Juga: Penuhi Pantai di Bantul, Banyak Wisatawan Tak Patuhi Protokol Kesehatan
4. Di bandara atau pelabukan, petugas kantor kesehatan pelabuhan (KKP) mengecek dokumen kesehatan, seperti rapid test atau swab test Covid-19 (jika perlu).
5. Jika baru tiba dari penerbangan atau kereta, pastikan memeriksa elektronik health alert card (e-HAC).
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru