Suara.com - Bawang hitam masih belum dikenal banyak orang. Padahal, manfaat bawang hitam untuk kesehatan cukup banyak loh.
Ya, bawang hitam ini merupakan hasil dari proses fermentasi bawang putih segar yang disimpan pada suhu 60-70 derajat Celcius selama 30-40 hari.
Selain, warnanya hitam, bawang ini juga memiliki ciri khas lain, yakni teksturnya lembut dan kenyal, juga rasanya yang manis dan asam.
Cara Mendapatkan Bawang Hitam
Memperoleh bawang hitam mungkin tidak akan semudah mendapatkan bawang putih segar di pasaran. Namun, jangan khawatir.
Anda bisa membuat bawang hitam sendiri di rumah hanya dengan menggunakan rice cooker. Berikut ini beberapa langkahnya:
Siapkan rice cooker dan masukkan beberapa siung bawang putih ke dalamnya. Lalu, atur tombol rice cooker ke setelan untuk menghangatkan (bukan untuk memasak), dan diamkan selama 2 minggu dengan suhu hangat yang terus menyala.
Kemudian, setelah 2 minggu, keluarkan bawang yang sudah menghitam dari rice cooker.
Beragam Manfaat Bawang Hitam
Baca Juga: Hati-hati, Terpapar Bawang Putih Bisa Sebabkan Iritasi
Meski hasil fermentasi dari bawang putih menjadi hitam ini akan terlihat sedikit aneh, nyatanya beragam manfaat yang didapatkan dari berbagai senyawa bioaktif di dalamnya yang memiliki sifat antioksidan, seperti polifenol, fenol, alkaloid, flavonoid, dan s-allylcysteine (SAC).
Selain itu, bawang hitam juga mengandung berbagai nutrisi, seperti asam amino, karbohidrat, serat, zat besi, zinc, kalium, sulfur, magnesium, fosfor, kalsium, serta vitamin C, B1, B2, B3, dan B6.
Seperti dikutip dari Alodokter, berikut ini manfaat bawang hitam yang bisa Anda peroleh:
1. Menjaga kesehatan jantung
Sama dengan bawang putih, bawang hitam juga memiliki manfaat dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan jantung dengan membantu menurunkan hipertensi.
Selain itu, bawang hitam diketahui dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dan lemak dalam darah, sehingga mengurangi risiko Anda menderita penyakit jantung koroner.
2. Mencegah penyakit kanker
Berkat kumpulan senyawa bioaktifnya, bawang hitam juga diduga bermanfaat untuk mencegah penyakit kanker. Salah satu penelitian yang telah dilakukan adalah manfaat bawang hitam pada kanker kolorektal.
Aktivitas antioksidan dari senyawa bioaktif ini mampu melawan radikal bebas berlebih dalam tubuh yang berpotensi menyebabkan berkembangnya sel kanker.
3. Menjaga fungsi otak
Selain menangkal radikal bebas, antioksidan dalam bawang hitam juga dapat mengurangi peradangan dalam tubuh. Khasiat ini diduga bermanfaat untuk meningkatkan fungsi kognitif, yakni kemampuan Anda dalam berpikir, mengingat, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan.
Mengonsumsi makanan kaya antioksidan juga mampu mencegah Anda mengalami berbagai penyakit akibat penurunan fungsi kognitif, seperti penyakit Alzheimer dan penyakit Parkinson.
4. Meningkatkan fungsi kekebalan tubuh
Kandungan antioksidan dalam bawang hitam dapat menjaga sel-sel imunitas Anda dari kerusakan akibat radikal bebas berlebih. Hal ini tentu akan membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Dengan sistem kekebalan yang baik, tubuh Anda akan mampu melawan berbagai mikroorganisme penyebab penyakit dengan lebih efektif.
5. Menjaga kadar gula darah
Kandungan senyawa polifenol, flavonoid, dan antosianin dalam bawang hitam bermanfaat untuk menjaga kadar gula dalam darah tetap stabil. Selain itu, sebuah penelitian menyebutkan bahwa sifat antioksidan dari senyawa-senyawa ini juga mampu mencegah berbagai komplikasi akibat penyakit diabetes.
Berita Terkait
-
Harga Bawang Putih Naik, Mendagri Bunyikan Alarm Inflasi
-
Dari Limbah Jadi Tinta: Kreativitas Anak Bangsa
-
Banyak Spekulan Nakal, Harga Bawang Putih Jauh Lebih Mahal Dijual Rp 40-45 Ribu
-
20 Tahun Berlalu, Revalina S Temat Masih Betah Dipanggil Bawang Putih
-
Becermin dari Tangisan Bawang Putih: Pangan Lokal, Pangan yang Berdaulat
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan