- Mendagri Tito Karnavian menyoroti kenaikan harga bawang putih sebagai potensi ancaman inflasi pangan awal tahun 2026.
- Kenaikan harga bawang putih terjadi di ratusan daerah, menunjukkan tekanan harga struktural akibat ketergantungan impor.
- BPS mencatat harga bawang putih naik konsisten secara nasional dari Desember 2025 ke Januari 2026.
Suara.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyoroti kenaikan harga bawang putih yang dinilai berpotensi menjadi ancaman baru inflasi pangan pada awal 2026. Komoditas tersebut menunjukkan tren kenaikan harga yang konsisten di berbagai daerah.
Tito menyebut, meski kontribusi bawang putih terhadap inflasi nasional belum sebesar komoditas lain, tren kenaikan yang meluas perlu diwaspadai sejak dini agar tidak menjadi penahan utama penurunan inflasi.
“Bawang putih ini memang ada banyak jumlah Kabupaten/Kota yang mulai mengalami kenaikan harga bawang putih,” ujar Tito saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Rabu (27/1/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan data pemantauan, jumlah daerah yang mencatat kenaikan harga bawang putih terus bertambah dari minggu ke minggu. Kondisi tersebut menunjukkan tekanan harga yang bersifat struktural.
Tito menilai, kenaikan harga bawang putih tidak bisa dilepaskan dari ketergantungan Indonesia terhadap pasokan impor. Ketika terjadi gangguan distribusi atau dinamika harga global, dampaknya langsung terasa di tingkat konsumen.
“Walaupun secara andil terhadap IPH belum besar, tapi kalau kita lihat trennya, ini sudah mulai meningkat,” kata Tito.
Tito mengingatkan, jika tidak dikendalikan sejak awal, bawang putih berpotensi menjadi komoditas penahan inflasi pangan, terutama saat momentum konsumsi meningkat.
Ia meminta kementerian dan lembaga terkait untuk memperkuat pengawasan distribusi bawang putih, termasuk memastikan kelancaran pasokan dan mencegah praktik penimbunan.
“Kalau tren naik seperti ini dibiarkan, nanti akan terasa ke masyarakat,” ujarnya
Baca Juga: Tito Karnavian Resmikan Huntara Agam, Dorong Percepatan Bantuan dan Validasi Data Korban Bencana
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menguatkan pernyataan tersebut. Ia menyebut, secara nasional harga bawang putih menunjukkan tren kenaikan bulanan sejak Desember 2025.
“Harga bawang putih di bulan Desember adalah Rp39.030 per kilogram. Di Januari minggu keempat sudah naik menjadi Rp39.810 per kilogram,” ungkap Amalia.
Menurut Amalia, kenaikan harga bawang putih terjadi di ratusan kabupaten dan kota. Bahkan, lebih dari 200 daerah tercatat mengalami kenaikan harga komoditas tersebut.
Kondisi ini, lanjutnya, berbeda dengan beberapa komoditas hortikultura lain seperti cabai merah dan bawang merah yang justru mulai mengalami koreksi harga pada Januari 2026.
Berita Terkait
-
Mendagri Wanti-wanti Tingkat Inflasi, Harga yang Diatur Pemerintah Dilarang Naik
-
Mendagri Fokuskan Pengendalian Komoditas Pangan untuk Jaga Inflasi
-
Harga Emas Hampir Rp3 Juta/Gram, Mendagri: Jadi Biang Kerok Inflasi Nasional
-
Distribusi Pulih, Harga Pangan di Wilayah Bencana Aceh-Sumut-Sumbar Mulai Melandai
-
Kenaikan Harga Emas yang Bikin Cemas
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
Terkini
-
Sah! Susi Pudjiastuti Ditunjuk Jadi Komisaris Utama Bank BJB
-
IHSG Bergejolak, Ini Alasan BBRI Jadi Rekomendasi Saham di Tengah Krisis
-
Pemerintah Mau Bentuk satgas indonesia Financial Center, Urus KEK Sektor Keuangan
-
YLKI Soroti Posisi Gerbong KRL Khusus Wanita, Dinilai Rawan Saat Kecelakaan
-
64,5% UMKM Dikuasai Perempuan, Tapi Masih Terkendala Pengelolaan Keuangan
-
KCIC Sebut Okupansi Whoosh Naik Usai Kecelakaan KRL di Bekasi
-
Insiden Kecelakaan KRL, Airlangga Ungkap Flyover Rp 4 Triliun Arahan Prabowo Dibiayai APBN
-
Danantara Bakal Evaluasi Total PT KAI Usai Insiden Kecelakaan Kereta Bekasi Timur
-
Green SM-VinFast Disorot Usai Kecelakaan KRL Maut, Ternyata Jokowi Pernah Datangi Pabriknya
-
Pemerintah Bebaskan Bea Impor LPG & Bahan Baku Plastik, Cegah Kenaikan Harga Makanan-Minuman