Suara.com - Indonesia mulai memasuki musim pancaroba atau musim peralihan dari satu musim ke musim lainnya. Pada musim ini, umumnya cuaca menjadi tak menentu, sehingga memaksa tubuh untuk menyesuaikan diri dalam waktu yang cepat.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai adanya potensi hujan disertai petir dan angin kencang yang akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.
Musim pancaroba juga sering kali dikaitkan dengan munculnya berbagai penyakit, terutama pada anak-anak. Hal ini tentu perlu menjadi perhatian khusus bagi orangtua dalam menjaga kesehatan anaknya.
Penyakit yang umum dialami oleh anak-anak pada musim pancaroba adalah batuk pilek atau influenza. Untuk mencegahnya, orangtua perlu menjaga daya tahan tubuh anak. Saat daya tahan tubuh mereka kuat, anak bisa tetap sehat sekalipun cuaca tidak menentu.
Agar terhindar dari penyakit saat musim pancaroba, ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan sebagai orangtua seperti dikutip dari Alodokter, diantaranya:
1. Biasakan anak untuk mencuci tangan
Mencuci tangan merupakan hal sederhana yang memegang peranan penting dalam mencegah penularan penyakit. Ajari anak Anda untuk mencuci tangan dengan benar. Biasakan, mencuci tangan dengan rutin, terutama sebelum dan sesudah makan, setelah buang air kecil dan buang air besar, setelah memegang hewan peliharaan, dan setelah bermain di luar rumah.
2. Pastikan anak cukup tidur
Kualitas dan kuantitas tidur anak sangat mempengaruhi kondisi kesehatannya, terutama saat musim pancaroba. Oleh karena itu, pastikan anak cukup tidur.
Lamanya waktu tidur yang dianjurkan pada anak berbeda-beda, sesuai dengan usianya. Anak berusia 3-5 tahun membutuhkan tidur selama 10-13 jam per hari, sedangkan anak usia 6-13 tahun perlu tidur selama 9-11 jam per hari.
3. Ajak anak tetap aktif
Musim pancaroba seharusnya tidak menghalangi Si Kecil untuk beraktivitas. Anak justru dianjurkan untuk tetap aktif bergerak, misalnya dengan bermain atau berolahraga. Alasannya adalah karena aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin dapat meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh anak, serta membantu tumbuh kembangnya.
Baca Juga: Kronologi Anak Angkut Jenazah Sang Ibu Pakai Bronjong di Motornya
4. Menjaga kebersihan
Menjaga kebersihan diri dan lingkungan merupakan langkah yang penting untuk menjaga kesehatan, khususnya di musim pancaroba. Kuman penyebab penyakit, seperti bakteri, virus, jamur, dan parasit, dapat menempel pada kotoran dan debu di dalam rumah.
Pun pada pakaian dan permukaan tubuh setelah beraktivitas di luar rumah. Bila kebersihan anak terjaga, anak dapat terhindar dari beragam penyebab penyakit tersebut.
Ajari dan biasakan anak menjaga kebersihan dirinya, antara lain dengan mandi secara rutin, segera mengganti pakaian yang kotor, dan selalu menggunakan alas kaki ketika akan keluar rumah. Anda juga perlu memastikan kondisi rumah, terutama ruang tidur dan ruang bermain anak, selalu dalam keadaan bersih.
5. Berikan anak makanan bergizi seimbang
Pola makan yang sehat tentunya dapat meningkatkan dan menjaga kesehatan anak, selain juga membantu tumbuh kembangnya. Nutrisi yang ada di dalam makanan sehat mampu menjaga daya tahan tubuh anak, terutama di musim pancaroba.
Makanan yang perlu Anda berikan pada anak untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya bisa berupa makanan yang mengandung karbohidrat, yaitu nasi, ubi, dan jagung, lalu makanan sumber protein, seperti telur, daging, ikan, tempe, dan tahu, kemudian makanan mengandung vitamin dan mineral, seperti buah dan sayur.
Sementara, untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak sehingga kesehatannya tetap terjaga selama musim pancaroba, orang tua juga dapat memberikan susu. Pilihlah susu yang mengandung nutrisi lengkap, mulai dari protein, lemak, dan karbohidrat yang penting untuk menjaga stamina anak, hingga vitamin dan mineral untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia