Suara.com - Beberaoa waktu lalu sempat ramai diberitakan bahwa anjing bisa membantu untuk mendeteksi virus corona
Bahkan menurut studi terbaru anjing dapat mendeteksi COVID-19 pada manusia lebih cepat dan lebih akurat daripada usap hidung yang menjadi standar utama pemeriksaan.
Seorang ilmuwan Finlandia, yang telah menguji anak anjing pendeteksi penyakit di Bandara Helsinki, mengatakan anjingnya mengidentifikasi sejumlah orang yang memiliki virus tetapi dites negatif setelah melakukan tes hidung polymerase chain reaction (PCR), The Times melaporkan.
Beberapa hari setelah anjing - Miina, Kössi dan Valo - mendiagnosis para pelancong, penumpang yang diduga negatif mulai mengalami gejala.
Dr Anna Hielm-Björkman mengatakan ini menunjukkan anjing mungkin dapat mengendus virus pada tahap awal infeksi.
“Mereka benar-benar menemukan negatif PCR yang akan menjadi positif PCR dalam waktu seminggu,” ilmuwan tersebut, yang belum mempublikasikan temuannya, mengatakan kepada outlet tersebut.
Para peneliti di Finlandia bukanlah satu-satunya yang menyadari keterampilan terbaru anjing. Dari Prancis hingga Lebanon serta UEA, para ilmuwan melaporkan pengalaman yang sama, kata Hielm-Björkman.
"Ini menjadi masalah jika Anda memiliki tes yang jauh lebih baik daripada standar emas, karena Anda tidak dapat memvalidasinya dengan cara normal," katanya.
Kelenjar penciuman di hidung anjing telah lama dipuji karena kemampuannya yang luar biasa untuk mengendus segala sesuatu mulai dari obat-obatan hingga bom, yang saat ini tidak dapat dideteksi oleh manusia dan mesin.
Baca Juga: Bongkahan Es Terbesar di Dunia Sedang Menuju Georgia Selatan
Jadi, ketika Organisasi Kesehatan Dunia memohon kepada pejabat kesehatan secara global untuk “menguji, menguji, menguji” untuk membantu mengendalikan pandemi, para peneliti dengan cepat bertanya-tanya apakah anjing dapat berperan.
“Kebanyakan penyakit memiliki bau. Cara tubuh Anda merespons, cara metabolisme Anda berubah, mengeluarkan bau yang berbeda, "James Logan dari London School of Hygiene and Tropical Medicine mengatakan kepada The Times.
Sebelum pandemi, Logan sedang meneliti seberapa baik anjing dapat mengendus malaria.
“Sains belum dapat menciptakan kembali instrumen yang sangat sensitif seperti hidung mereka,” tambahnya.
Tim Logan sekarang bekerja dengan organisasi amal Medical Detection Dogs dan dia berharap anak anjing akan dapat melakukan apa yang sedang diperjuangkan oleh lab skala besar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Pilihan
-
Hasil Uji Coba: Tanpa Ampun, Timnas Indonesia U-17 Dihajar China Tujuh Gol
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
Terkini
-
Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru