Suara.com - Pemerintah Belanda mencoba mengatasi wabah flu burung di dua peternakan unggas untuk strain H5N8, yang juga telah menginfeksi ayam serta burung liar di Jerman utara.
Dua peternakan di kota Puiflijk di bagian timur Belanda diperintahkan untuk memusnahkan 200 ribu ayam.
Meski H5N8 berisiko kecil untuk menginfeksi manusia, tetapi biaya ekonominya bisa tinggi.
Pakar kesehatan mengatakan masyarakat harus menghindari menyentuh unggas yang sakit atau mati. Agar aman mengonsumsinya, ayam dan telur juga harus dimasak secara matang, dengan tujuan untuk membunuh virus.
Haruskah kita khawatir dengan wabah flu burung?
Para ahli mengatakan bahwa tidak ada alasan untuk khawatir. Namun kasusnya harus cepat ditangani.
Dilansir BBC, sebenarnya ada banyak jenis flu burung dan kebanyakan tidak berbahaya bagi manusia. Tapi, beberapa berpotensi menular dari burung ke manusia jika terjadi kontak yang lama dan dekat.
Flu burung menyebar melalui kontak langsung dengan unggas yang terinfeksi, baik hidup atau mati. Burung mengeluarkan virus melalui kotoran, cairan mata, dan air liurnya.
Beberapa burung hanya memiliki sedikit atau tanpa gejala, tetapi tetap akan menularkannya ke burung lain.
Baca Juga: Virus Flu Babi H1N2 Menular ke Manusia di Kanada
"Flu muncul secara global dan di Eropa secara teratur. Kasus terakhir kami dari strain yang sangat patogen terjadi pada tahun 2008, tetapi kami terus waspada," kata kepala dokter hewan Nigel Gibbens.
Bagaimana flu burung menular ke manusia?
Flu burung biasanya tidak dapat ditularkan dari manusia ke manusia. Namun, risiko terbesar berasal dari kontak lama dan dekat dengan unggas yang terinfeksi.
Para ilmuwan khawatir suatu hari nanti virus tersebut dapat bermutasi dan bisa menyebarkannya di antara manusia.
Strain virus flu burung yang baru-baru ini membuat khawatir ahli tentang wabah global adalah H5N1, yang telah membunuh 60% orang-orang yang terinfeksi.
Antara 2003 dan Juli 2014 ada 667 kasus manusia yang dikonfirmasi terinfeksi H5N1 di 15 negara, yang menyebabkan 393 kematian.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian