Suara.com - Zaskia Gotik melahirkan anak pertamanya yang berjenis kelamin perempuan di RS Bunda, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (7/11/2020).
Pelantun lagu "Satu Jam Saja" itu melahirkan bayinya prematur secara normal. Karena sebelumnya, dokter memprediksi Zaskia Gotik akan melahirkan pada 25 Desember 2020.
Tapi, Zaskia Gotik harus melangsungkan proses persalinan karena sudah mengalami kontraksi terus-menerus dan mulas.
Merawat bayi prematur seperti Zaskia Gotik tentu sedikit berbeda dengan bayi yang lahir tepat pada bulannya. Bayi prematur memiliki sistem kekebalan yang lebih lemah dibandingkan bayi normal.
Tapi, bayi prematur tetap membutuhkan imunisasi yang sama seperti bayi normal untuk menjaga kesehatannya.
American Academy of Pediatrics (AAP) dilansir dari hellosehat, mengatakan sekarang ini baksin yang tersedia untuk bayi aman diberikan pada bayi prematur.
Jadwal imunisasi bayi prematur pun sama dengan bayi yang lahir sesuai bulannya. Sedangkan, usia bayi prematur pun dihitung sejak tanggal kelahirannya.
Berikut ini imunisasi bayi yang biasanya diperlukan dan jadwal pemberiannya.
1. Hepatitis B
Baca Juga: Ketahui 5 Cara untuk Meningkatkan Peluang Hamil Bayi Kembar
Bayi harus mendapatkan imunisasi hepatitis B setidaknya 3 kali pada usia 2, 3 dan 4 bulan. Vaksin hepatitis B ini pun diperlukan paling lambat 24 jam setelah kelahirannya.
Tapi, bayi yang lahir dari ibu positif hepatitis B saat hamil atau melahirkan. Maka, ia membutuhkan vaksin hepatitis B paling lambat setelah 12 jam kelahirannya.
2. BCG
Vaksin BCG adalah imunisasi untuk mencegah penyakit tuberkulosis (TBC) pada anak, termasuk bayi prematur. Vaksin BCG ini wajib untuk bayi dan biasanya tersedia gratis.
Anda bisa memberi bayi vaksin BCG ketika usia 1 bulan. Tapi, bayi prematur yang lahir di bawah usia 34 minggu tidak akan langsung diberikan vaksin BCG.
3. Rotavirus
Vaksin rotavirus memang tidak diwajibkan. Tapi, jenis vaksin ini bisa menjadi vaksin tambahan yang direkomendasikan untuk bayi prematur.
Vaksin rotavirus biasanya diberikan ketika usia bayi 6-14 minggu. Bayi prematur yang lahir usia 32 minggu direkomendasikan mendapat vaksin ini tepat waktu.
4. Polio
Polio adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus polio dan langsung menyerang sistem saraf. Penyakit ini biasanya menyerang anak-anak di bawah usia 5 tahun yang tidak mendapat vaksin penuh.
Karena itu, Anda perlu melakukan vaksin polio untuk bayi prematur ketika usianya sudah melewati 2 bulan. Selain itu, berat badannya sudah lebih dari 2.000 gram.
5. DPT
DPT adalah penyakit difteri, pertussis dan tetanus. Komplikasi yang serius akibat penyakit ini bisa terjadi pada anak di bawah usia 1 tahun dan bayi 6 bulan.
Karena itu, imunisasi untuk bayi prematur bisa dilakukan ketika sudah melewati masa usia 2 bulan dengan berat badan cukup, yakni lebih dari 2.000 gram.
6. Influenza
Bayi prematur memiliki beberapa risiko masalah kesehatan yang lebih tinggi, termasuk risiko komplikasi dari penyakit flu seperti masalah pernapasan, jantung, dan kelainan saraf.
Bayi prematur bisa mendapatkan imunisasi ini ketika usianya mencapai 6 bulan. Setidaknya, bayi prematur mendapatkan dua dosis vaksin flu dengan jeda 4 minggu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi