Suara.com - Diabetes adalah penyakit yang disebabkan gula darah tinggi dan bisa mengakibatkan sejumlah masalah kesehatan lainnya, salah satunya stroke.
Karena itu, penting untuk mengetahui batas normal kadar gula darah dan indeks glikemik dalam tubuh untuk mencegah diabetes.
Gula darah atau glukosa merupakan sumber energi yang penting dan memberikan nutrisi ke organ tubuh, otot, dan sistem saraf Anda.
Tubuh mendapatkan glukosa ini dari makanan yang dikonsumsi, penyerapan dan penyimpanan yanng melibatkan usus kecil, hati dan pankreas.
Gula darah normal pada setiap orang bervariasi, tapi kisaran gula darah normal saat puasa atau 6 hingga 8 jam setelah makan adalah antara 70 dan 100 miligram per desiliter.
Bagi kebanyakan orang dilansir dari Live Science, kadar glukosa dalam darah meningkat setelah makan. Kisaran gula darah normal setelah makan antara 135 hingga 140 miligram per desiliter.
Variasi kadar gula darah ini, baik sebelum dan sesudah makan adalah normal dan mencerminkan cara glukosa diserap serta disimpan dalam tubuh.
Setelah Anda makan, tubuh akan memecah karbohidrat dalam makanan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, termasuk glukosa yang diserap oleh usus kecil.
Saat usus kecil menyerap glukosa, pankreas melepaskan insulin yang menstimulasi jaringan tubuh dan memetabolisme tubuh. Glukosa yang disimpan atau glikogen ini digunakan untuk menjaga kadar gula yang sehat di antara waktu makan.
Baca Juga: Belajar dari Gatot Brajamusti, Begini Pemulihan Stroke pada Pasien Diabetes
Saat kadar glukosa turun di antara wkatu makan, tubuh akan mengeluarkan gula yang sangat dibutuhkan dari penyimpanan. Proses ini dimulai oleh pankreas, yang melepaskan hormon glukagon yang mendorong konversi gula dan disimpan di hati kembali.
Ketika tubuh tidak cukup glukosa yang disimpan untuk mempertahankan kadar gula darah normal, tubuh akan memproduksi glukosa sendiri dari sumber non-karbohidrat.
Proses inilah yang dikenal sebagai glukoneogenesis,. Meski begitu, terlalu banyak atau terlalu rendah glukosa dalam darah bisa menyebabkan masalah kesehatan serius.
Kadar glukosa yang banyak dalam waktu lama (hiperglikemia) dapat menyebabkan kerusakan saraf, menurunkan resistensi terhadap infeksi serta penyakit jantung dan ginjal.
Di sisi lain, kekurangan glukosa dalam darah dalam waktu lama (hipoglikemia) dapat mempengaruhi fungsi otak, kelelahan, pingsan, mudah tersinggung, kejang dan kehilangan kesadaran.
Jika Anda memiliki diabetes, maka Anda harus mengetahui indeks glikemik dalam makanan sebagai acuan untuk mengendalikan kadar gula darah yang tinggi.
Menurut jurnal Nutrients dilansir dari Hellosehat, indeks glikemik (IG) adalah angka berskala 1-100 yang menunjukkan seberapa cepat makanan berkarbohidrat diproses menjadi glukosa dalam tubuh.
Jika makin tinggi nilai IG suatu makanan, maka semakin cepat pula karbohidrat dalam makanan tersebut diproses menjadi glukosa. Artinya, kadar gula darah Anda akan semakin cepat pula melonjaknya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Klasemen Piala AFF U-19: Timnas Indonesia Wajib Menang Besar atas Timor Leste demi Gusur Vietnam
Pilihan
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Payudara Nyeri Saat Menyusui, Mastitis Bisa Berujung Operasi Abses
-
Mengenal Rontgen Gigi 3D: Teknologi yang Bantu Diagnosis Lebih Akurat dan Cepat
-
World Milk Day 2026: Perjalanan Peternak Menjaga Kualitas Nutrisi Segelas Susu
-
2 Susu Kambing Etawa untuk Mendukung Pemenuhan Nutrisi Penderita Saraf Kejepit
-
Bukan Cuma Perempuan, Faktor Pria Capai 30 Persen Kasus Infertilitas di Indonesia
-
Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat
-
Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem