Health / Konsultasi
Rabu, 11 November 2020 | 15:06 WIB
Petugas medis mengambil sampel lendir dari seorang pedagang saat tes swab di Pasar Cisalak, Depok, Jawa Barat, Sabtu (16/5). [ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha]

Suara.com - Sejak pandemi virus corona terjadi, banyak negara yang melakukan lockdown nasional. Hal ini menyebabkan wistawan manca negara tidak dapat berkunjung secara bebas.

Namun sekarang, beberapa negara telah memberikan kelonggaran dengan mewajibkan pengunjung untuk melakukan tes Covid-19 terlebih dahulu sebelum dizinkan masuk.

Sayangnya, hal ini memberi kesempatan bagi beberapa orang untuk melakukan tindak kecurangan, yaitu dengan membeli hasil tes Covid-19 palsu.

Dilansir Fox News, jasa jual beli hasil tes Covid-19 negatif telah ditemukan di Prancis, Brasil, dan Inggris.

Untungnya, protokol sudah lebih canggih sehingga tidak mungkin sejumlah besar pelancong lolos dari pemeriksaan.

Ilustrasi tes swab (Unsplash/UN Covid-19)

Pekan lalu, pejabat Prancis menangkap enam pria dan satu wanita karena dilaporkan menjual surat hasil tes Covid-19 palsu kepada para pelancong dengan harga antara USD 180 hingga USD 360 di Bandara Charles de Gaulle, Paris.

Jika dirupiahkan, harga tersebut mencapai Rp2,5 juta hingga Rp5 juta. Mereka pun dituduh melakukan pemalsuan, penggunaan pemalsuan, dan keterlibatan dalam penipuan.

Penyelidikan hasil tes palsu dimulai pada September dengan ditemukannya seorang penumpang untuk penerbangan ke Ethiopia dengan dokumen palsu.

Sementara itu, pejabat di Brasil menangkap empat turis domestik pada 29 Oktober karena mereka diduga memalsukan hasil tes Covid-19 untuk mengunjungi kepulauan Fernando de Noronha.

Baca Juga: Pfizer Diklaim Cegah Covid Hingga 90 %, Bagaimana Vaksin Pesanan Indonesia?

Kedua pria dan dua wanita dari negara bagian Tocantins di Brasil naik jet pribadi ke pulau-pulau tersebut dan menunjukkan hasil tes yang sudah lama.

Ketika petugas meminta untuk menguji ulang mereka, para turis menolak dan menunjukkan hasil lain dengan tanggal yang lebih baru. Namun, ketika petugas menelepon laboratorium, mereka mengetahui bahwa dokumen telah diubah.

Bulan lalu, petugas di Inggris menemukan ada orang yang meniru hasil tes virus Covid-19.

Ia adalah seorang pria yang dapat melakukan perjalanan ke Pakistan setelah seorang teman memberinya hasil tes negatif dan ia mengubah dokumen tersebut, mulai dari nama, tanggal lahir, hingga batas waktu hasil tes.

Parahnya, agen perjalanan juga menjanjikan pengunjung bahwa mereka akan memberikan hasil tes negatif seharga 50 poundsterling (Rp936 ribu), bahkan jika pengunjung dinyatakan positif.

Load More