Health / Parenting
Rabu, 11 November 2020 | 16:01 WIB
Ilustrasi ibu Menyusui. (Shutterstock)

Suara.com - Tak hanya baik untuk perkembangan fisik, anak-anak yang disusui ASI selama tiga bulan atau lebih disebut memiliki lebih sedikit masalah emosional dan sosial daripada yang tidak disusui sama sekali.

Dalam hal ini, anak-anak yang disusui disebut kurang rentan terhadap masalah seperti serangan kecemasan, kesulitan menjalin persahabatan, hingga masalah konsentrasi.

Melansir dari Medicalxpress, penelitian ini dipimpin oleh para ilmuwan dari Universitas Edinburgh dan Universitas Lancaster. Studi tersebut telah diterbitkan dalam jurnal Archives of Disease in Childhood.

Peneliti memetakan pengaruh jangka panjang pemberian Air Susu Ibu (ASI) saat bayi terhadap perilaku anak usia 3, 5, 7, 11 dan 14 tahun. Para ilmuwan menganalisis kuesioner tentang kekuatan dan kesulitan anak yang telah diisi oleh orang tua dan guru.

Dalam penelitin ini, setidaknya ada 11.000 orang yang terdiri dari anak-anak, orang tua, dan guru berkontribusi.

"Dampak positif menyusui pada perkembangan fisik anak sudah diketahui dengan baik, tetapi efek pada perkembangan sosial dan emosional mereka kurang dipahami," kata Lydia Speyer, penulis utama, dari Sekolah Filsafat, Psikologi, dan Ilmu Bahasa Universitas Edinburgh.

Ilustrasi ibu menyusui. (Elements Envato)

"Setelah mengidentifikasi bahwa ada potensi manfaat ASI pada pola perilaku, penelitian kami memperkuat kasus untuk strategi kesehatan masyarakat yang mempromosikan pemberian ASI pada anak," imbuhnya.

Pada penelitian sebelumnya juga telah dinyatakan bahwa bayi yang disusui kurang dari tiga bulan dikaitkan dengan berbagai kesulitan perilaku. Namun, hasil penelitian ini dianggap lebih bisa dipercaya karena detail penelitian dengan skala partisipan yang besar. 

Baca Juga: Studi: Menyusui Bisa Turunkan Risiko Kanker Ovarium hingga 24 Persen

Load More