Suara.com - Dalam masa pertumbuhan anak, terutama pada seribu hari pertama kehidupan anak, pemberian nutrisi seimbang sangat dianjurkan. Namun, dokter anak menyayangkan banyak orangtua yang masih salah persepsi mengenai nutrisi seimbang.
Dokter spesialis anak dr. Lucy Amelia Sp.A. M.Kes., mengatakan, kebanyakan orangtua memang menyediakan makanan bagi anak, namun tidak mengerti kadar nutrisi yang harus disediakan.
"Saya pun merasakan bagaimana menghadapi orangtua yang masih memiliki persepsi salah dalam memenuhi kebutuhan nutrisi pada anak. Memang hampir sebagian besar dokter anak dan dokter umum merasa pemenuhan nutrisi ini tidak seimbang," kata Lucy dikutip dari IGTV enfaclub, Rabu (11/11/2020).
Menurutnya, makanan Indonesia terlalu banyak mengandung gula. Sedangkan makanan cepat saji juga banyak mengandung garam dan gula. Kedua kandungan itu meningkatkan risiko diabetes dan obesitas dalam jangka waktu lama.
"Karena orangtua mikirnya, 'Anak saya gemuk, lucu, aktif.' Padahal kita nggak tahu sebenarnya kalau pemilihannya gak benar," katanya.
Ia menyampaikan bahwa komponen nutrisi yang harus dipenuhi tidak harus selalu dari makanan mahal. Seperti omega 3 dan
omega 6, yang sebenarnya bisa didapat dari minyak jagung juga sarden.
Hanya saja yang harus diperhatikan adalah cara pengolahannya. Dokter Lucy mengingatkan bahwa cara pengolahan yang keliru seperti digoreng bisa mengurangi kadar nutrisi makanan.
"Jadi harus perhatikan. Kalau DHA bisa didapatkan dari ikan. Nggak selamanya salmon, ikan kembung juga ada DHA-nya, kok. Kemudian kadar omega 3 ada di sarden. Omega 6 minyak jagung, minyak matahari. Itu gak terlalu susah kita dapatkan," tuturnya.
"Kemudian zat besi banyak bisa kita dapatkan dari sayuran. Bisa dari sayur bit, bayam itu ada zat besinya tinggi," tambahnya.
Baca Juga: Dear Bunda, Cukupi Nutrisi Anak Bukan Sekadar Makan Hingga Kenyang Loh!
Hanya saja, dokter Lucy menjelaskan, bahwa serapan zat besi dari sayuran tidak sebanyak dari sumber protein hewani seperti daging merah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh