Suara.com - Pasangan Ajun Perwira dan Jennifer Jill yang punya selisih usia 17 tahun tak ragu mengumbar kehidupan seksual mereka. Belum lama ini, terungkap fakta bahwa Jennifer Jill punya stamina berlebih dalam berhubungan seksual. Hiperseks?
Dan bagi Anda yang berencana ingin memiliki keturunan dengan pasangan, coba lakukan diet kesuburan yang bermanfaat tidak hanya bagi wanita, tetapi juga pria. Ternyata, makanan tertentu bisa membantu meningkatkan kualitas sperma, lho. Apa saja?
Yuk, simak berita selengkapnya di bawah ini!
1. Ajun Perwira Akui Jennifer Jill Hiperseks, Bagaimana Cirinya?
Pasangan Ajun Perwira dan Jennifer Jill yang punya selisih usia 17 tahun tak ragu mengumbar kehidupan seksual mereka.
Meski Jennifer Jill jauh lebih tua daripada Ajun Perwira, tapi staminanya dalam berhubungan seksual justru mampu mengalahkan suaminya.
2. Biar Sperma Lebih Tokcer, Coba Deh Konsumsi 5 Jenis Makanan Ini!
Menjaga pola makan tidak hanya baik untuk kesehatan tubuh, tapi juga kesuburan jika Anda sedang berencana ingin memiliki keturunan dengan pasangan.
Baca Juga: Ajun Perwira Akui Jennifer Jill Hiperseks, Bagaimana Cirinya?
Diet kesuburan tidak hanya berlaku bagi wanita, tetapi juga pria. Karena, makanan tertentu bisa membantu meningkatkan kualitas sperma dan lainnya bisa menyebabkan kerusakan.
3. Studi Eropa: Bakteri di Jenggot Lebih Banyak Daripada di Bulu Anjing
Wajah manusia nyatanya bisa mengandung banyak bakteri dan kuman.
Bahkan mengutip Insider, Minggu (15/11/2020) sebuah penelitian yang diterbitkan European Radiology 2019 menunjukkan jika jenggot lelaki lebih banyak mengandung kuman daripada bulu anjing.
4. 5 Faktor ini Bisa Tingkatkan Risiko Kematian Akibat Covid-19, Anda Punya?
Virus corona Covid-19 menginfeksi setiap orang dengan cara berbeda, ada yang berisiko meninggal akibat infeksi parah dan ada pula yang tidak memiliki gejala apapun.
Sejak awal pandemi, orang tua dan orang yang memiliki masalah kesehatan mendasar sudah masuk dalam kategori orang paling berisiko terhadap virus corona Covid-19.
5. Studi: Paparan Hoaks Bikin Warga Ogah Dapatkan Vaksin Covid-19
Teori konspirasi dan akses informasi yang salah memicu ketidakpercayaan masyarakat pada vaksin Covid-19. Dampaknya, orang yang terpapar hoaks atau berita bohong dapat mendorong ketidakinginan untuk disuntik vaksin.
Penelitian diambil di Amerika Serikat dan Inggris terhadap 8.000 orang. Hasilnya ditemukan sedikit orang yang pasti akan menggunakan vaksin Covid-19.
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Bahaya Pencemaran Sungai Cisadane, Peneliti BRIN Ungkap Risiko Kanker
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Rahasia Puasa Tetap Kenyang Lebih Lama Tanpa Loyo, Ini Pendamping Sahur yang Tepat
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak