Suara.com - Pernah nggak sih merasa sudah sangat lelah seharian mengerjakan pekerjaan rumah seperti memasak, mencuci pakaian, membersihkan rumah hingga mengurus anak, tapi merasa berat badan tidak berkurang atau malah bertambah.
Pengalaman ini banyak dirasakan ibu rumah tangga, yang kesulitan menurunkan berat badan meski sudah lelah sehari penuh. Bisa jadi ada yang salah dari persepsi para ibu, yang menyamakan aktivitas fisik dengan olahraga.
Para ibu merasa melakukan aktivitas fisik sama saja dengan berolahraga, padahal keduanya jelas berbeda.
Menurut Spesialis Rehab Medik dr. Kevin Triangto, Sp.KFR, aktivitas fisik adalah semua kegiatan yang menggunakan energi. Belajar, memasak, mengepel lantai dan mencuci pakaian semuanya adalah aktivitas fisik, tapi bukan olahraga.
"Tapi apakah aktivitas fisik ini adalah olahraga, jawabannya tidak," ujar dr. Kevin dalam acara Webinar Kalbe Hari Diabetes Sedunia, Minggu (15/11/2020).
Ia mengatakan secara definisi olahraga adalah kegiatan aktivitas fisik yang direncanakan, terstruktur dan terukur.
Misalnya lokasi, gerakan, dan durasi berapa lama melakukan gerakan secara jelas terlihat dan dirasakan oleh tubuh, itu adalah ciri dari olahraga.
Olahraga berbeda dengan aktivitas fisik sehari-hari yang biasa para ibu rumah tangga lakukan. Misalnya pergi ke toilet atau memasak, tidak ada takaran yang jelas berapa lama kegiatan dilakukan dan sudah berapa banyak kalori yang terbuang.
"Dan kita tidak akan bisa menghitung berapa jumlah kalori yang sudah terbakar selama aktivitas fisik tersebut," terang dr. Kevin.
Baca Juga: Terlalu Lama Fokus di Depan Layar Laptop Bisa Bikin Pusing, Ini Tandanya!
Sementara itu olahraga memiliki aturan yang jelas, misalnya dari intensitas ada yang ringan, sedang hingga berat. Intensitas olahraga yang disarankan adalah ringan hingga sedang, sangat ampuh untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
Adapun durasi berolahraga, menurut rekomendasi organisasi kesehatan dunia atau WHO sebaiknya dilakukan minimal 150 menit per minggu, atau dilakukan dengan durasi 30 hingga 40 menit per hari, dan 3 hingga 4 hari dalam seminggu.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya
-
2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik