Suara.com - Air kelapa jadi minuman favorit banyak orang. Selain menyegarkan, air kelapa juga punya banyak manfaat bagi kesehatan.
Pada dasarnya, air kelapa adalah air yang akan terserap ke daging buah kelapa saat matang. Terdiri dari campuran gula dan air, namun air kelapa hanya mengandung 44 kalori per 800 gram. Itulah mengapa air kelapa termasuk minuman yang menyehatkan. Penasaran apa saja manfaat air kelapa? Simak faktanya di bawah ini, seperti diwartakan Insider, Jumat (20/11/2020).
1. Baik untuk jantung
Walaupun perlu diteliti lebih lanjut, air kelapa digadang-gadang bisa membantu mengontrol tekanan darah, faktor utama yang membantu kesehatan jantung.
Dalam sebuah penelitian kecil di 2005, membuktikan orang yang minum 1,3 cangkir air kelapa dua kali sehari selama 10 hari mengalami penurunan tekanan darah yang signifikan jika dibandingkan dengan orang yang minum air mineral kemasan biasa. Ini karena air kelapa mengandung kalium, nutrisi penting untuk kesehatan jantung.
2. Pengganti cairan tubuh setelah olahraga
Saat Anda berkeringat, tidak hanya kadar air dalam tubuh yang berkurang, tapi juga garam elektrolit seperti natrium, kalium, dan magnesium.
"Air kelapa membantu mengisi elektrolit yang hilang setelah olahraga dan keluarnya keringat," ujar Pakar Kesehatan New York, Tracy Lockwood Beckerma.
Sementara itu, tubuh tetap membutuhkan elektrolit untuk membantu keseimbangan antara air dan garam. Sebanyak 95 persen air kelapa berisi kandungan air yang bagus untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh.
3. Mencegah batu ginjal
Batu ginjal dalam tubuh tercipta ketika kalsium dan oksalat menggumpal dan membentuk kristal di ginjal Anda. Nah, air kelapa bisa meningkatkan kadar sitrat dan kalium dalam urin, yang bisa mencegah penumpukan kalsium di ginjal.
Penelitian kecil di 2018 membuktikan jika orang yang minum dua liter air kelapa per hari akan mengalami peningkatan jumlah kadar sitrat dan kalium dalam urin. Tapi untuk menjawab lebih pasti, perlu dilakukan penelitian lebih jauh terkait hal ini.
Baca Juga: Air Kelapa VS Santan Kelapa, Mana yang Lebih Bergizi dan Menyehatkan?
4. Bisa meredakan mabuk
Entah mabuk kendaraan atau karena alkohol, air kelapa ampuh meredakan nyeri setelah mabuk. Ini karena alkohol bersifat diuretik, yang mempercepat kinerja ginjal, sehingga tubuh kehilangan cairan dan elektrolit lebih cepat. Sedangkan karena air kelapa tinggi kadar air dan elektrolit, maka air kelapa bisa cepat memulihkan gejala dehidrasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli